Baznas Rokan Hilir: Zakat Profesi Masih Terganjal Perda

Ketua Baznas Rokan Hilir, Ust Baharudin saat memberikan bantuan kepada kaum duafa beberapa waktu lalu.

ROKAN HILIR (marwahkepri.com) – Anggota DPRD Rokan Hilir diminta segera melakukan pengesahan Peraturan daerah (Perda) pengelolaan zakat profesi. Hal tersebut menyebabkan pengelolaan zakat profesi tidak berjalan sesuai harapan.

Ketua Baznas Rokan Hilir mengakui bahwa sudah jauh-jauh hari menyampaikan contoh draf perda zakat profesi yang sengaja diminta dari kabupaten dan kota yang  berhasil menerapkan zakat profesi tersebut, salah satunya ialah Kabupaten Siak.

“Kendalanya perda zakat profesi yang belum disahkan DPRD, oleh karenanya zakat propesi belum dapat dikelola dengan baik, sehingga berpengaruh terhadap pengumpulan zakat propesi di Rohil,” kata Ustad Baharudin, di Bagansiapiapi, Jumat (25/1/2019).

Pengumpulan zakat profesi di instansi negeri serta swasta, disebut ketua Baznas Rohil memerlukan peran penting Pemerintah Daerah.

Diakui Bahruddin, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Rokan Hilir telah mencatat bahwa pengumpulan zakat profesi dari instansi negeri maupun swasta masih jauh dari potensi yang ada di Rokan Hilir.

Dia menambahkan, potensi tersebut dihitung berdasarkan jumlah Pegawai Negeri dan Pegawai Swasta yang ada di Kabupaten Rokan Hilir.

Potensi zakat profesi dari Pegawai Negeri dan Swasta di Rohil itu sangatlah besar, seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Riau Kepri, Bank Syariah, Bank Rohil, Perusahaan Terbatas (PT), dan pabrik-pabrik.

“Bila ini semua benar-banar dikelola potensinya dengan baik, bisa mencapai puluhan miliar, dihitung dari Belanja Pegawai APBD Kabupaten Rokan Hilir, dikali 2,5 persen,” jelasnya.

Ia melanjutkan perlu dibuat penguat landasan hukum Undang-undang Nomor 23/2011 Tentang Pengelolaan zakat. Khusus pihak swasta, mereka baru mau berzakat itu setelah adanya perda zakat propesi.

“Kita harapkan kepada pihak DPRD dapat dengan segera mengesahkan perda zakat propesi, agar semua program Baznas untuk membantu kaum dhuafa dapat berjalan lancar dan sukses,” harapnya.

Lebih lanjut Baharudin menjelaskan, zakat profesi sangat membantu masyarakat kaum dhuafa yang ada di Rokan Hilir. Dia mencontohkan, zakat propesi bisa membantu perbaikan rumah, memberikan bantuan modal usaha, bantuan biaya pengobatan, bantuan beasiswa bagi anak tak mampu, dan kegiatan sosial lainnya.

“Dengan keterbatasan, baznas tetap terus bersemangat berusaha melaksanakan program membantu para kaum dhufa dan fakir miskin,” pungkasnya. (Jum/Suyitno )

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.