Tuntut Kejelasan Hukum, Kelompok Tani Parit Guntung Datangi Polres Pelalawan

Kelompok tani Parit Guntung didampingi kuasa hukumnya berfoto bersama Kapolres Pelalawan usai meminta kejelasan terkait dugaan penipuan oleh Kepala Desa Sering, Kamis (24/1/2019). (F:ist)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Laporan kelompok tani Parit Guntung Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau sudah lebih dari satu tahun mengendap di Polres Pelalawan.

Saat ditemui di Mapolres Pelalawan, Kamis (24/1/2019) Jefridin yang ditemani kuasa hukumnya mengeluhkan lambannya proses hukum atas laporan kelompok tani Parit Guntung.

“Sudah satu tahun lebih, sampai hari ini belum ada kejelasan hukum dari pihak kepolisian,” tuturnya.

Diceritakannya Jefridin, beberapa tahun lalu kelompok tani Parit Guntung telah menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta kepada Kades Sering H.M. Yunus K. Dana sebesar itu merupakan uang muka yang disepakati dari Rp 200 juta, untuk pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) lahan milik kelompok tani. Rp 100 juta lagi akan dibayarkan apa bila SKGR telah selesai. Namun setelah menerima uang, Kades tidak kunjung menyerahkan SKGR sebagaimana yang dia janjikan kepada kelompok tani. Maka lebih satu tahun lalu, kelompok tani Parit Guntung melaporkan Kades Sering karena merasa telah ditipu.

Sekitar 80 kepala keluarga masyarakat Desa Sering yang telah bergabung dalam kelompok tani, dengan memiliki lahan seluas 200 Ha menuntut Yunus.

Kuasa hukum kelompok tani Parit Guntung Syahrial, SH, MH, yang didampingi anggotanya Rawin,SH, dan Hendri Zanita,SH saat dikonfirmasi menjelaskan maksud kedatangan mereka adalah untuk mendesak kepolisian untuk mempercepat proses hukum atas kasus itu.

“Bahkan kita minta agar Kades Sering segera ditahan, karena dikhawatirkan akan menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatannya atau melarikan diri,” ucapnya.

Apa lagimenurutnya, hal ini menyangkut hak orang banyak. Ia megaku sudah mencoba menemui Yunus di kantornya namun tidak pernah ketemu lantaran dia tidak masuk kantor.

“Juga ketika dihubungi melalui sambungan telefon tidak pernah mau mengangkat HPnya. Tindakan Kades Sering terkesan menantang hukum dan sangat arogan,” sesalnya.

Dikatakan Syahrial, masalah ini sudah lebih satu tahun terkatung-katung dan tidak ada kejelasan dari pihak kepolisian.

“Makanya kita datang pada hari ini untuk mendesak kepolisian supaya proses hukumnya dipercepat,” pintanya.

Syahrial menjelaskan, dalam hal ini Kapolres Pelalawan akan menginstruksikan kepada bawahannya untuk mempercepat penanganan kasus ini.

“Say sampaikan terimakasih kepada Kapolres Pelalawan, karena telah merespon kedatangan kami,” tutupnya. (Sona)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.