APK Caleg Boleh Dipasang di Rumah Warga, Tapi Ada Syaratnya

Alat Peraga Kampanye (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Partai politik peserta pemilu 2019 diperbolehkan memasang Alat Peraga Kampanye (APK) seperti seperti spanduk dan baliho dirumah warga sesuai SK KPU Lingga Nomor 50 Tahun 2018. Namun perlakuan itu tetap harus memperhatikan yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Sesuai dengan SK yang kami keluarkan, zona yang dilarang seperti tempat ibadah, rumah sakit, tempat pelayanan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan dan zona lainnya yang dilarang perundang-undangan yang berlaku. Selain yang dilarang tadi, boleh dipasang asal mendapatkan persetujuan dari pemilik tempat atau lahan,” kata Ketua KPU Lingga, Juliyati, Sabtu (12/01/2019).

Penegasan ini memang perlu disampaikan, sebab sebelumnya masih menjadi pertanyaan sebagian caleg, dan masyarakat pendukung.

Selain dia, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lingga melalui Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Ardhi Auliya menyampaikan hal sama. Namun dibatasi setiap desa atau kelurahan hanya ada 10 spanduk dan 5 baliho.

“Kalau untuk percaleg, tidak ada aturannya. Yang dikhususkan itu partai peserta pemilu. Jadi artinya yang diatur dalam jumlah ini, adalah jumlah untuk setiap partai. Setiap partai hanya boleh memasang 10 spanduk dan 5 baleho disetiap desa. Kita tidak mengatur langsung percalegnya,” jelas dia.

Bahkan pihak sudah melakukan aksi terhadap hal tersebut. Seperti yang terdiri disalah satu kelurahan di Kecamatan Singkep. Spanduk salah satu partai dipasang melebihi kouta yang diharuskan.

“Kita hitung ada belasan. Mungkin kemarin sudah kita surati ke Panwascamnya, minta untuk dibongkar sendiri. Tetapi sejauh ini, kami lihat belum ada reaksi dari partai bersangkutan.Jadi kita kasi waktu 3×24 jam. Dan, Senin nanti, kami akan surati Satpol-PP untuk ditindak lanjuti. Karena yang berhak mengeksekusi itu adalah Satpol-PP,” jelas dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.