Kakanwil DJBC Kepri: Pelanggar Kepabeanan Terbanyak adalah Rokok

Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto saat ditemui awak media usai konferensi pers di Kantor DJBC Khusus Kepri, Karimun, Rabu (9/1/2019). (F:ist)

KARIMUN (marwahkepri.com) – Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto mengatakan hingga kini pelanggar kepabeanan terbesar di wilayah pabean ialah rokok yang dijual di non kawasan FTZ (Free Trade Zone).

“Banyaknya pelanggaran kepabeanan ialah rokok yang banyak dijual ke luar kawasan FTZ,” kata Agus dalam keterangan resminya di Aula H.K.Iroth Kantor DJBC Khusus Kepri, Rabu (9/1/2019).

Hal ini tentunya berdasarkan penegahannya yang dilakukan oleh petugasnya pada Minggu (6/1) lalu terhadap kapal SB Elang Laut dan SB tanpa nama yang berisi muatan rokok di perairan Tanjung Riau.

“Kita melakukan pemeriksaan awal, menurut pengakuan Nakhkoda SB Elang Laut dan SB tanpa nama kedua kapal tersebut bermuatan 50 karton rokok dari Jembatan II Barelang menuju Sungai Guntung, Indragiri Hilir, Riau,” katanya.

Setelah melakukan penegahan, pihaknya langsung membawa kedua kapal tersebut ke dermaga Kanwil DJBC Khusus Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan masing-masing kapal bermuatan 30 karton untuk kapal SB Elang Laut dan 20 karton untuk kapal SB tanpa nama.

“Sebagian rokok dijual khusus di kawasan bebas Batam, sedangkan lainnya tanpa dilengkapi pita cukai,” katanya.

Untuk mempertanggunjawabkan perbuatannya nahkoda kapal dan ABK (Anak Buah Kapal) terancam melakukan pelanggaran tindak pidana kepabeanan UU nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan. (SL)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.