Tower 92 Meter Desa Kudung Gagal Dibangun

Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel. (net)

Lingga (marwahkepri.com) – Perusahaan Telkomsel sempat dua kali gagal membangun Base Transceiver Station (BTS) atau tower setinggi 92 meter di Desa Kudung tahun 2018 lalu.

Padahal wacana itu telah digadang-gadangkan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan komunikasi masyarakat di Kecamatan Lingga Timur dah sebagian Kecamatan Lingga Utara.

Karena tingginya perbukitan disekitar, sehingga diperkirakan belum bisa mengkapper seluruh wilayah itu. Pihak Telkomsel telah melakukan tinjauan lahan yang dihibahkan masyarakat setempat, namun realisasinya belum tercapai.

Menanggapi kegagalan itu, pemerintah daerah lewat Kementerian Kominfo pada Desember 2018 lalu telahpun menyiapkan beberapa tower mini untuk memenuhi kebutuhan komunikasi masyarakat.

Ada tujuh wilayah telah didirikan untuk mengantisipasi wilayah blank spot, yakni Desa Kudung, Desa Teluk, Desa Belungkur, Desa Mentuda, Desa Resang, Desa Batu Belubang termasuk Desa Pekajang yang selama ini terisolir dari komunikasi.

Diawal tahun ini, masyarakat yang bersangkutan bisa merasakan kemudahan komunikasi karena telah aktif.

Tetapi, case tower mini ini, signal masih seputaran GSM saja, yang berfungsi untuk telpon dan SMS dengan tarif biaya lebih mahal dibandingkan tower biasanya. Kendati begitu, radiusnya dapat mengakomodir satu desa.

“Alhamdulillah kami di Kudung sudah bisa nelpon, kami ambil TM Simpati di Sungai Pinang, karena kalau nelpon langsung tarifnya mahal,” ucap Eva, salah satu warga Kudung, Senin (07/01/2019).

Baca juga (klik) : 

Kominfo Humas Lingga Temui Provider Telkomsel

Desa Sungai Pinang Dambakan Signal 3G/4G

Setelah adanya pertemuan antara Bagian Kominfo Humas Setda Lingga dengan Telkomsel, di Batam Center, Kota Batam, Jum’at (04/01/2019) lalu, penyedia provider ini akhirnya menyarankan dibangunnya jaringan fiber optik Palapa Ring Barat (PRB) untuk menggantikan BTS besar tersebut.

“Namun lagi-lagi diharapkan pemerintah daerah yang menyampaikan surat kepada Telkom selaku pengelola PRB,” kata Buana berdasarkan keterangan pihak Telkomsel.

Selain itu, kata Buana wilayah yang  paling memungkinkan menurut Telkomsel untuk dibangun site tower yakni di Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun. Hanya saja beberapa kendala belum tuntas seperti pasokan listrik yang belum 12 jam.

“Sebenarnya, dengan dibangunnya tower di wilayah itu, mampu mengcover daerah sekitarnya termasuk pelabuhan Sungai Tenam yang berjarak hanya beberapa Kilometer saja,” ucap dia.

Kebutuhan signal juga masih diperlukan masyarakat Desa Batu Belubang, dan beberapa Desa di Kecamatan Temiang Pesisir. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.