Nyatanya Sawah Belum Berhasil, Aktivis Demo Kantor Bupati

Zuhardi (kaos putih), dan ratusan demonstran dibelakangnya melakukan orasi dihadapan pemerintah Kabupaten Lingga, Senin (07/01/2019). Aksi ini menilai keberhasilan sawah itu hoaks. (foto : Arpa Aindi)

Lingga (marwahkepri.com) – Ratusan massa Aksi Solidaritas Gerakan Bela Aktivis dan Peduli Lingga datangi Kantor Bupati Lingga, Senin (07/01/2018). Mereka meminta, pemerintah daerah berhenti membesarkan keberhasilan sawah, yang kenyataannya secara umum belum sama sekali memberikan dampak signifikan kepada masyarakat Kabupaten Lingga.

Ratusan pendemo berasal dari sejumlah desa di Kabupaten Lingga. Mereka di pimpin Zuhardi, selaku korlap dari LSM Gema Lingga yang sebelumnya selalu berjibaku menyuarakan kepentingan masyarakat.

Dalam aksi itu, mereka sempat membawa atribut sebuah keranda jenazah yang digotong sejak pagi. Perlengkapan demo dilengkapi bermacam tulisan yang bertuliskan janji Bupati, baik di masa kampanye maupun dimasa menjalan roda pemerintahan, salah satunya realisasi jembatan penghubung pulau Senayang dan pulau Sebangka.

Selain masalah sawah, hal yang paling tendisius dalam aksi damai itu, terkait pelaporan Yusri Mandala ke pihak hukum oleh Direktur PT Multi Coco Indonesia Adi Indra Pawennari.

Mereka menilai apa yang dilakukan juragan sabut kelapa tersebut, sebagai upaya membungkam suara aktivis. “Anda bungkam aktivis usut tuntas percetakan sawah dan tambak udang di Kabupaten Lingga”, begitu yang ditulis dari salah satu atribut demo.

Atas tindakan itu, mereka meminta yang bersangkutan, Adi Indra Pawennari untuk mengangkat kaki dari Kabupaten Lingga.

“Kami minta pemerintah mengusir Adi Pawennari, dengan pernyataan langsung, baik melalui media cetak maupun elektronik. Kami meminta LAM juga nanti ikut andil,” Zuhardi pada pernyataan sikap yang disampaikan.

Sekda Lingga, Juramadi Esram menyambut aksi demo para aktivis (foto: Arpa Aindi)

Bahkan para aktivis mengancam jika apa yang disampaikan tidak ditanggapi, mereka akan melakukan aksi besar-besaran untuk kesian kalinya.

“Terkait masalah kesehatan, anggaran, lapangan kerja dan aktivis ini. jika tak ditanggapi kami akan lanjut,” tegas Zuhardi.

Dia menilai apa yang disampaikan oleh sumber, dan dituliskan oleh beberapa media massa itu hoaks. Karena keberhasilan sawah yang digambarkan, kenyataannya sangat menyedihkan. Kabupaten Lingga belum menjadi lumbung beras.

“Lumbung padi membesar di nasional, padahal tidak tahu masyarakat kita nak mati. Kalau bertahan kerja sawah, masyarakat Lingga tak hidup,” teriak Zuhardi.

Tampak dari pemerintah daerah, hanya dihadiri Sekda Lingga, Juramadi Esram dan beberapa pejabat lainnya seperti Kasatpol PP. Sedangkan Bupati Lingga Alias Wello dan Wakil Bupati Muhammad Nizar, nihil.

“Insyaallah, akan saya sampai ke pimpinan daerah atas apa yang disampaikan kawan-kawan,” begitu tanggapan Sekda Lingga dihadapan para aktivis.

Sementara dari pihak pengamanan, tampak puluhan personel polisi dan beberapa anggota TNI, siaga.

Aksi sempat memanas ketika para aktivis membakar atribut keranda, dan berusaha akan membakar satu unit sepeda motor di halaman tersebut. Tetapi, dapat dicegah pihak kepolisian yang mengamankan lokasi. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.