DPRD KARIMUN: Masyarakat Juga Resah dengan Pelabuhan Malarko

Desa Pongkar di Kecamatan Tebing.(F:ist)

KARIMUN (marwahkepri.com) – Wakil Ketua DPRD Karimun, Bakti Lubis mengatakan warga yang berdomisili di kawasan Pelabuhan Peti Kemas Malarko di Desa Pongkar Kecamatan Tebing resah akibat pembangunan pelabuhan yang digadang-gadang akan menjadi pelabuhan terbesar di seluruh Indonesia tersebut tak kunjung selesai.

“Pembangunan Malarko memang sampai saat ini tidak kunjung selesai akibatnya masyarakat di sana juga merasa resah dengan proyek pemerintah tersebut,” kata Bakti Lubis di Kapling, Senin (7/1/2019).

Dirinya tidak menepis jika pembangunan pelabuhan peti kemas tersebut telah menelan dana yang fantastis, atas dasar kucuran dana yang besar tersebut lah dirinya menanyakan langsung kepada kementerian terkait atas pembangunan tersebut.

“Ya mereka berjanji akan segera diselesaikan dalam waktu dekat ini, nyatanya juga tidak ada sampai sekarang. Kalau tidak salah saya pertengahan bulan 11 tahun lalu saya ke kementrian tersebut,” katanya.

Baca juga: https://marwahkepri.com/2018/12/31/ini-wujud-pelabuhan-di-karimun-senilai-200-milliar/

Dirinya juga telah melakukan konfirmasi kepada Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun beberapa waktu lalu, namun dirinya juga mendapati jawaban yang belum pasti terhadap rencana pembangunan pelabuhan peti kemas tersebut.

“Sebelum Kepala KSOP yang sekarang, saya juga pernah tanyakan langsung, beliau pun meminta harus diperjelas dulu pembangunan yang telah berjalan,” katanya

Ia mengatakan pihaknya hanya menyetujui fasilitas yang dibangun oleh pemerintah daerah setempat berupa pembangunan jalan menuju pelabuhan peti kemas tersebut dan area perkantoran di sekitar pelabuhan nantinya.

“Pemerintah daerah hanya membuat jalan menuju pelabuhan malarko saja,” katanya.

Selaku anggota legislatif di Karimun, dirinya mengaku tidak mamalingkan pandangan terhadap proses pembangunaan tersebut.

“Terus kita pantau,” katanya.

Sebelumnya, wujud pelabuhan peti kemas Malarko di Desa Pongkar Kecamatan Tebing yang didanai APBN dengan nilai hampir mencapai Rp 200 miliar dari pemerintah pusat melalui departemen perhubungan ini menjadi pertanyaan besar bagi warga setempat (SL).

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.