Bantuan Korban Gempa dan Tsunami Sulteng Diterbangkan

Proses penyaluran bantuan di Lanud RSA

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Bantuan masyarakat Natuna untuk korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, akhirnya diterbangkan melalui Pangakalan TNI AU Raden Sadjad.

Danlanud Raden Sadjad, Kolonel (Pnb) Prasetya Halim, turut membantu penyaluran bantuan tersebut, Minggu 21 Oktober 2018.

Bantuan dari daerah perbatasan ini diterbangkan menggunakan pesawat C-130 Hercules registrasi A-1326 dari Skuadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma yang di piloti oleh Kapten Pnb Gusthana.

Barang tersebut berupa pakaian, sepatu dan selimut, sebanyak 23 koli dengan berat total 630 Kilogram. Disumbangkan berbagai organisasi, seperti Generasi Muda FKPPI cabang 3015 Natuna, Saka Dirgantara Lanud RSA, Pramuka Kwartir Bunguran Timur dan Kwarcab Natuna, Dewan Kerja Ranting Bunguran Timur, Saka Bhayangkara Polres Natuna, PPMK Kodim 0318 Natuna, IWITA Kabupaten Natuna, Gerakan Indonesia Anti Narkoba DPD Natuna, RAPI Natuna, SMA 1 Bunguran Tmur, PMR SMA 1 Bunguran Timur dan STAI Natuna.

Danlanud Prasetya Halim, kepada awak media mengatakan, saat ini TNI AU mendapat tugas untuk mengangkut bantuan dari setiap daerah. Selanjutnya didistribusikan ke Lokasi bencana.

Di Natuna, waktu pengumpulan bantuan sangat tepat dengan jadwal kedatangan pesawat TNI AU. Sehingga bantuan bisa cepat disalurkan.

“Memang TNI AU mendapat tugas untuk mengangkut seluruh bantuan bagi korban Gempa dan Tsunami di sulawesi tengah, termasuk di Natuna. Semua bantuan dikumpulkan di Jakarta terlebih dahulu baru kemudian akan diangkut kembali ke daerah bencana”.

Danlanud menambahkan, rencana pengangkutan bantuan bencana alam ini, akan berlangsung sampai tanggal 23 Oktober mendatang.

Sementa itu, Ketua GM FKPPI Natuna, Boy Wijanarko menyebutkan, nilai bantuan yang tidak seberapa bukanlah menjadi hitungan dalam penggalangan bantuan.

Tetapi rasa kepedulian terhadap sesama yang cukup tinggilah membuat penggalangan pakaian layak pakai bagi korban gempa dan tsunami di Sulawesi tengah itu dapat terealisterealisasi.

“Kita mengumpulkan sumbangan pakaian layak pakai dari masyarakat, lalu kami mengkoordinasikan dengan Pihak Lanud untuk dapat dibantu pengiriman ke Palu”, ujar Boy.

Redaksi