Pencurian Ikan Di Laut Natuna Menurun Drastis ?

Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, berbicara dengan ABK Vietnam

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan mengatakan, intensitas pencurian ikan di laut Natuna utara, sepanjang tahun 2018 mengalami penurunan drastis.

Hal ini sampaikan Kolonel Harry kepada awak media, saat melihat langsung Kapal Ikan Asing (KIA) hasil tangkapan KRI Wiratno, di Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga, Rabu (17/10/2018).

Danlanal menjelaskan, sepanjang tahun 2018 ini, Lanal Ranai telah menerima 9 buah KIA yang terbukti melakukan tindakan illegal fishing (pencurian ikan). Berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana pihaknya menerima sebanyak 38 KIA.

“Itu artinya, tindak Illegal fishing oleh KIA di perairan laut Natuna Utara khususnya, dinilai menurun drastis”, ujar Harry.

KIA asal Vietnam hasil tangkapan KRI Wiratno, selanjutnya Kapal dan seluruh ABK akan diserahkan kepada pihak Lanal Ranai, untuk dilakukan penegakan hukum.

“ABK ini nanti mereka akan kita bawa ke Lanal untuk dicek kesehatan dulu, setelah itu akan kita lakukan proses penegakan hukum selanjutnya”.

Kapal berbendera Vietnam dinilai sudah sangat sering melakukan tindakan pencurian ikan di perairan Indonesia. Penangkapan ini menjalankan tugas sesuai Undang-Undang dan membuat efek jera bagi pelaku illegal fishing.

Wartawan mewawancari Komandan KRI Wiratno bersama Danalanal Ranai

Sementara itu, Komandan KRI Wiratno 379 Letkol Laut (P) Indra Dharma mengatakan, penangkapan KIA bernomor lambung KJ 94810 TS di sekitaran Barat laut Tarempa.

KRI Wiratno sedang melaksanakan patroli di ZTE Laut Tarempa pada tanggal 15 oktober 2018 lalu. Kemudian mengindentifikasi adanya sebuah KIA di 4˚26 BT – 105˚ 3 T atau 4˚26 U – 105˚ T.

Ketika mengetahui ciri-ciri kapal tersebut ialah KIA, kemudian sekitar pukul 22.15 WIB, KRI melaksanakan menyergapan secara diam-diam, mendekati kapal tersebut menggunakan Skoci.

“Tiba-tiba mereka baru menyadari ada anggota TNI KRI ketika skoci mendekat.
Kemudian anggota kami naik ke atas kapal, mereka sempat mematikan lampu kemudian lari, tapi pada saat itu anggota kami suruh berhenti, dan akhirnya mereka berhenti”, jelas Indra.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas mengamankan 1 orang Nakhoda kapal atas nama Nguyen, serta 18 Anak Buah Kapal (ABK) lainnya.

Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti hasil tangkapan ikan sebanyak 1,5 ton, serta jaring trol yang mereka gunakan untuk menangkap ikan.

“Semuanya berhasil kita amankan dengan baik, selanjutnya kita giring ke Sabang Mamang, untuk diserahkan kepada Lanal Ranai”.

Penangkapan ini merupakan bukti dan komitmen TNI AL dalam menjaga dan meningkatkan keamanan di peraian wilayah utara Indonesia.***

Sonang Lubis