Terbentur Anggaran, Program PAELYB Dihentikan ?

H.Nasoha,S.Ag

MARWAHKEPRI.com, NATUNA – Pengelola program Pendidikan Anak Ekonomi Lemah dan Yatim Berprestasi Kabupaten Natuna, H.Nasoha mengatakan, pihaknya tidak lagi menerima dan menyekolahkan anak berprestasi ke luar daerah.

Pengiriman anak Natuna ke luar daerah, sudah dihentikan selama dua tahun terakhir. Penghentian dilakukan mengingat belum adanya sumber anggaran tetap.

“Mereka diantar setelah tamat SD, dan sekarang sudah 3 tahun. Banyak yang mau dan punya prestasi, tapi sampai saat ini kita belum punya sumber dana”, ujar Nasoha kepada Marwahkepri.com, Kamis lalu (11/10/2018).

Sejauh ini, puluhan anak berprestasi sudah dikirim ke luar daerah. Sebanyak 10 orang ke Qur’an Center Batam, 5 orang di Ma’had Said bin Zaid Batam, dan 1 orang di Pendidikan Ulama Tarjih Yogyakarta.

Nasoha menyampaikan, untuk membiayai pendididikan anak melalui PAELYB, selama ini pihaknya mengandalkan dana zakat dan donatur sukarelawan. Sekarang, tinggal mengandalkan dana donatur sukarela.

“Sebelumnya, mereka kita biayai menggunakan dana zakat, tapi 2 tahun terakhir ini kita cari kawan-kawan yang peduli untuk membantu biaya pendidikan mereka. Dukungan dana ini setiap Jumat kita umumkan di masjid Jamik dan Agung Natuna. Kotak Amal untuk mendukung biaya pendidikan mereka terletak Rumah Makan Bakso Solo Simpang Lampu Merah Masjid Jamik Ranai”, ungkap Nasoha melalui pesan Whats’app.

Lanjutnya, sebelumnya ia merupakan pengurus Badan Amil Zakat, sehingga bisa mengkondisikan untuk biaya pendidikan anak daerah. Saat ini anggaran dari zakat tidak tersedia lagi.

“Dulu saya pengurus Badan Amil Zakat jadi kita kondisikan untuk itu, sekarangkan tidak, jadi mau tak mau kita harus mencari kawan-kawan yang peduli dengan program tersebut”.

Pemerintah Daearah Kabupaten Natuna, terkesan “tutup mata” dengan kondisi ini. Padahal kegiatan tersebut, merupakan salah satu program mencerdaskan anak daerah.

Sampai saat ini kata Nasoha, dukungan yang diperoleh hanya berupa biaya transportasi Pulang Pergi (PP) jika libur sekolah, serta uang jajan bulanan.

“Kalau biaya pendidikan 2 tahun terakhir ini belum dapat kita perhatikan secara maksimal, dan seandainya biaya pendidikannya dihitung oleh Qur’an Center Batam, kita dengan berat hati harus memohon kelapangan hati dan belas kasihan dari mereka”.

Pihaknya tidak dapat menerima siswa baru, saat ini fokus untuk membiayai siswa yang sudah diberangkatkan, sejak 3 tahun lalu.

Nasoha menyayangkan jika program ini berhenti karena terbentur anggaran. Padahal, anak berprestasi yang dikirim ke luar daerah merupakan aset masa depan Natuna.

Apalagi, puluhan anak berprestasi tersebut, sudah membuat harum nama Natuna. Salah satunya atas nama Mulyadi, ia menjadi perwakilan Kepri pada ajang MTQ nasional di Istana Maimun, Kota Medan.

Ia berharap, program tersebut bisa terus berjalan kedepannya. Dengan demikian anak Natuna yang berprestasi berekonomi lemah, bisa melanjutkan pendidikan.

Sonang Lubis