Kupikul Bebanmu Di Pundakku demi Menyusuri Jalan Desamu

Anggota satgas TMMD bahu-membahu mengerjakan pembangunan jalan antara Dukuh Ngatoko dan Desa Pasedan.

REMBANG (marwahkepri.com) – Alam pedasaan yang asri, diiringi suasana pagi penuh kesejukan tidak membuat Sukir (58), warga Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Rembang bersantai. Ia sedari pagi sudah mengurusi ternak untuk menghidupi keluarganya.

Dalam kesehariannya Sukir setiap pagi dan sore selalu sibuk mencari makanan untuk ternak sapinya, selain itu di siang hari dia juga harus pergi ke lahan untuk menggarap sawahnya melewati jalan yang lumayan panjang dengan kondisi rusak dan bebatuan kecil memijit dan menggelitik telapak kakinya. Jalan antara Desa Pasedan dan Dukuh Ngotoko menjadi saksi kegigihannya selama ini.

Setelah Desa Pasedan menjadi sasaran TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler ke-103 Kodim 0720/Rembang, dia pun merasa sedih dan senang, pasalnya jalan yang selama ini dia lewati sehari-hari tidak bisa menggelitik kaki dan menjadi obat terapi saraf badannya yang kuat kekar hingga akhirnya melengkung karena memikul beban.

Kopda Ruly salah seorang Satgas TMMD Reg-103 seketika itupun tak tega dan merasa iba melihatnya, tanpa komando dan perintah diapun mengambil seonggok kayu dan makanan sapi yang menjadi beban Sukir.

“Saya merasa tidak enak saja, karena pada waktu itu saya juga tidak sedang melakukan apa-apa, saat itu kebetulan saya pas istirahat siang setelah melakukan pekerjaan membantu mengerjakan jalan macadam. Akses jalan Dukuh Ngotoko ke Desa Pasedan memang jalan yang aduhai pokoknya,” ungkap Kopda Ruly, Selasa (16/10/2018).

“Lumayan cukup jauh tidak apalah, karena saya juga biasa melakukan di rumah saya, kebetulan saya juga tinggal di desa dan mempunyai sedikit ternak untuk sekedar hiburan,” tambahnya. (mk/Kodim rembang)