Kapolres Natuna Dengarkan “Curhat” Nelayan Sabang Mawang

Kegiatan Basembang Bacarita di Selat Lampa

MARWAHKEPRI.COM, NATUNA – Kapolres Natuna AKBP.Nugroho Dwi Karyanto, SIK, terus menggalakkan giat Basembang Bacarita di kabupaten Natuna. Sebuah program nyata lebih dekat dengan masyarakat.

Melalui Basembang Bacarita, Kapolres Nugroho silaturrahmi dan mendengarkan langsung apa yang menjadi keluh kesah masyarakat perbatasan.

Kegiatan kali ini dipusatkan di Pelabuhan Selat Lampa, Pulau Tiga. Kapolres bersama jajarannya mendengar curhatan masyarakat nelayan Desa Sabang Mawang Barat.

Dihadapan sejumlah nelayan, Nugroho mengatakan, bahwa profesi nelayan merupakan kehidupan utama masyarakat kabupaten Natuna.

Karenanya, ia menilai perlunya saling koordinasi, serta mendengarkan aspirasi nelayan. Terutama dalam menjalankan kegiatan sehari-hari sebagai pemancing ikan.

“Sebenarnya yang membuat hidup Natuna ini adalah nelayan. Begitu tidak ada ikan, maka banyak masyarakat mengeluh. Maka dari itu kita ingin mendengarkan seperti apa kendala para nelayan saat bekerja”, ujarnya.

Lanjut Nugroho, Polres Natuna akan senantiasa membantu mengamankan para nelayan dalam mencari ikan. Dengan catatan masih dalam aturan dan tidak melanggar Undang-Undang.

“Menurut saya, nelayan ini adalah profesi paling mulia. Maka dari itu harus kita lindungi selagi dalam jalur yang benar”, ucap Kapolres.

Kepala Desa Sabang Mawang Barat, Zakaria mengaku salut dan bangga atas terlaksananya kegiatan Basembang Bacarita. Silih berganti Kapolres Natuna, belum pernah dilaksanakan kegiatan seperti ini.

“Terus terang, kita merasa bangga atas apa yang di lakukan pak Kapolres. Karena selama ini Kapolres Natuna yang lama-lama belum pernah melakukan kegiatan seperti ini”, ujarnya.

Zakaria Menjelaskan, saat ini para nelayan Desa Sabang Mawang Barat khususnya dinilai telah mencukupi kehidupan sehari-hari. Hanya saja pendapatan tersebut tergantung kepada cuaca.

“Alhamdulillah nelayan kami saat ini bisa dikatakan mencukupi lah, dengan sejumlah bagan dan pompong yang ada. Cuma tergantung cuaca lagi saat melaut”, pungkasnya.

Dalam menyerap aspirasinya, Kapolres Natuna banyak mendengar keluh kesah dari para nelayan seperti terkait dengan stok BBM bersubsidi bagi nelayan yang belum mencukupi, penenggelaman kapal dinilai merugikan nelayan karena tertumpahnya oli dan bahan-bahan kimia lainnya, terkait penebangan kawasan hutan lindung, serta sulitnya memenuhi syarat pembuatan SIM kendaraan bermotor.

Usai kegiatan, Polres Natuna membagikan sembako kepada para nelayan Sabang Mawang Barat yang hadir.***

Sonang Lubis