Tertangkap Basah di Sebuah Gubuk, Dua Sejoli Digiring ke Mapolres Natuna

Lokasi dua sejoli ditangkap

MARWAHKEPRI.com, NATUNA – Kepolisian Resot Natuna terus melakukan operasi cipta kondisi (cipkon), guna memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat Natuna. Razia menyisir berbagai tempat dan lokasi rawan kejahatan dan penyakit masyarakat, di seputar kota Ranai.

Dari penyisiran yang dilakukan Polisi, terjaring sepasang kekasih tengah berduaan di sebuah gubuk kosong, di darah Puak, Ranai, Senin malam (15/10/2018).

Kasat Reskrim Polres Natuna, AKP.Edy Wiyanto mengatakan, pasangan tanpa ikatan pernikahan itu, langsung diamankan. Selanjutnya digiring ke Unit PPA Polres Natuna untuk diperiksa lebih lanjut.

Malam itu kata Edy, pihaknya tengah menyisir ke daerah Puak, kemudian menemukan mobil kosong parkir di pinggir jalan. Setelah ditelusuri, ditemukan pemilik mobil sedang berduaan dengan seorang wanita bukan istrinya di dalam rumah kosong.

“Malam itu kita temukan mobil sedang parkir di pinggir jalan dalam keadaan kosong, setelah dilakukan penyisiran ditemukan pemilik mobil bersama seorang wanita yang bukan istrinya disebuah rumah kecil, karena mereka bukan dibawah umur akan kita berikan pembinaan,” jelas Edy Wiyanto.

Belum diketahui secara pasti, apa yang dilakukan oleh sepasang bukan suami istri tersebut, yang sedang berduaan di sebuah gubuk gelap yang jauh dari pemukiman warga.

Selain dua sejoli tersebut, Polisi juga menjaring 2 orang anak dibawah umur. Oleh anggota Reskrim diberikan himbauan kepada kedua pelajar tersebut, kemudian kedua pelajar tersebut di arahkan untuk pulang kerumah masing masing.

Sementara itu Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto, membenarkan hal itu, bahwa kegiatan tersebut rutin dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi Kepolisian dan mewujudkan suasana Kamtibmas yang kondusif.

“Hanya saja kegiatan ini ada yang kami lakukan secara terbuka dan ada juga secara tersembunyi,” terang Nugroho

Sebanyak 22 orang petugas dari Satreskrim Polres Natuna melakukan Patroli, dimulai dari Jalan Soekarno Hatta, Jalan Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng, Jalan Lingkar Puak- Ranai Darat dan Jalan H. Agus Salim.

Ditegaskannya lagi, sasaran operasi meliputi sajam, praktek prostitusi, mempekerjakan anak di bawah umur, narkoba, miras illegal, tempat hiburan malam dan lain sebagainya demi terciptanya kondisi Kamtibmas yang kondusif.(nang/win)