Sampuran, Desa yang Menjadi Langganan Banjir

Beberapa warga duduk didepan rumahnya yang sudah digenangi air (Foto: Hakim)

MADINA (marwahkepri.com) – Hujan yang terus-terusan mengguyur Desa Sampuran, Kecamatan Ranto Baek, Mandailing Natal akhirnya melimpah sampai kerumah warga (banjir), Jumat (12/10/2018) Subuh tadi.

 

Bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat Desa Sampuran jika didalam rumah, mereka bisa berenang. Rata-rata anak SD di kampung itu juga sudah pandai berenang, jadi mereka tidak terlalu takut lagi hanyut jika banjir melanda.

 

Banjir yang terjadi Subuh kemarin itu menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu, anak sekolah pun terpaksa diliburkan karena sekolahnya yang berada di dataran tinggi dijadikan sebagai tempat pengungsian oleh masyarakat.

 

Menurut Hakim, salah satu warga Desa Sampuran,  dalam minggu ini desa mereka sudah dua kali dilanda banjir. Banjir yang pertama tidak begitu tinggi dan membuat panik masyarakat, namun banjir kali ini memaksa masyarakat mengungsi keyempat yang lebih tinggi.

 

“Banjir hari ini sekitar 1,5 meter,”ungkap Hakim sambil merekam video banjir dari atas perahu.

 

Dikatakannya, hampir setiap tahunnya Desa Sampuran selalu dilanda banjir, kadang dalam setahun bisa 2 sampai 4 kali.

 

“Kami hanya bisa pasrah, dari dulu memang desa kami sudah menjadi langganan banjir, takutnya banjir ini nanti menyebabkan berbagai penyakit bagi masyarakat,”ungkapnya.

 

Hakim berharap, pemerintah memiliki solusi atas apa yang mereka alami selama ini.

 

“Saat banjir, banyak barang-barang kami yang basah, makanan kami rusak, biasanya jika kami lapar, kami akan ketempat tetangga yang masih memiliki makanan layak, kami berharap ada bantuan dari pemerintah jika kampung kami dilanda banjir “harapnya nya.(mk/mun)