Walikota: Batam Masih Butuh Guru Honorer

Ilustrasi. (F:ist)

BATAM (marwahkepri.com) – Walikota Batam, Muhammad Rudi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam tak mungkin mengikuti surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait pengurangan guru honor.

“Saya akan kirimi surat. Karena ini berisiko kalau kita laksanakan,” kata Rudi di ruang kerjanya, pekan lalu.

Rudi mengatakan pemerintah pusat tidak bisa menyamaratakan semua daerah dalam membuat kebijakan. Ia pun akan mengirimkan surat ke Kementerian untuk mempertanyakan kebijakan tersebut.

Batam memiliki pertumbuhan penduduk 8-9 persen per tahun. Ada sekitar 35.000 anak murid baru setiap tahunnya yang harus bersekolah.

Menurutnya jika tak boleh menambah guru honor, sekolah negeri di Batam akan kekurangan tenaga pendidik. Karena setiap tahun Pemko Batam terus menambah sekolah baru dan ruang kelas baru.

Penambahan fasilitas pendidikan ini sejalan dengan pertumbuhan penduduk di Batam. Sementara tenaga yang ada tak mungkin untuk dimaksimalkan lebih lagi, karena akan berpengaruh pada kualitas kegiatan belajar mengajar.

“Ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga. Tak mungkin saya abaikan,” katanya. (mk/mc)