Ekonomi Batam Terendah Nasional, Pusat Ingin Ada Terobosan

Kota Batam (F: hotels.com)

 

JAKARTA (Marwahkepri.com) – Batam yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau perlu mencari berbagai alternatif cakupan bidang perekonomian yang bisa dikembangkan pesat selain sektor migas agar dapat menggenjot pertumbuhan ekonominya melebihi 4 persen per tahun.

“Kita mengetahui bahwa industri utama di Batam penyokongnya adalah industri minyak dan gas. Ini yang menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi turun,” kata Anggota Komisi XI DPR Michael Jeno dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/10/218)
Michael Jeno mengemukakan hal tersebut setelah menggelar rapat dengan Pemprov Kepri dan Badan Pengusahaan Batam di Gedung BI Batam, Jumat (5/10/2018), terkait dengan pertumbuhan Kepri yang tercatat terendah secara nasional.

Politisi PDIP itu mengingatkan bahwa di Batam, ada sejumlah sektor industri yang bisa dikembangkan antara lain adalah di sektor pariwisata serta industri kelautan dan perikanan.
Apalagi, ia mengingatkan bahwa penurunan ekonomi di Provinsi Kepri juga ada efek ekonomi global terhadap industri minyak dan gas di Batam, karena industri minyak dan gas ini menjadi penyokong utama ekonomi.

Sebelumnya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan studio perfilman di Batam saat ini sudah berkelas internasional dan telah digunakan untuk memproduksi sejumlah film berkualitas tinggi di Tanah Air.
“Studio di Batam itu berkelas internasional, sudah studio kedap suara,” kata Triawan Munaf dalam jumpa pers seusai acara Business Gathering Batam Connecting Asia-Pacific di Jakarta, Kamis (6/9).

Triawan memaparkan, studio yang kedap suara sehingga bisa menampilkan tata audio yang berkualitas tinggi itu juga telah menjadi syuting sejumlah film nasional seperti “Buffalo Boys”.

Menurut dia, dengan fokus Batam untuk salah satunya mengembangkan dunia perfilman juga akan membawa dampak yang sangat positif bagi kondisi dunia perfilman Nusantara.
Hal tersebut karena pada saat ini dinilai masih banyak pembuat film yang terkendala oleh sejumlah hambatan ketika akan memproduksi film di berbagai daerah.
“Untuk film, (pengembangan sektor produksi perfilman di Batam) itu luar biasa sukses,” katanya.

Ia berpendapat, hal itu dapat diindikasikan seperti tiba-tiba ada pengusaha yang bermodal besar yang ingin memanamkan investasinya di film, serta juga praktisi perfilman yang dinilai juga dimudahkan dalam rangka bertemu investor.

Kepala Bekraf juga menyampaikan apresiasinya bahwa pemerintahan Batam sangat menyambut baik dengan memberikan sejumlah kemudahan kepada berbagai pihak yang ingin memproduksi film di sana. (pk/ind)