Masih Berani Sebar Hoaks? Cybercrime Polda Kepri Intai Seluruh Medsos 24 Jam

 

Ilustrasi (F: IDN Times)

BATAM (Marwahkepri.com) – Dengan keras diperingatkan kepada warga internet atau netizen untuk tidak coba-coba memposting dan memproduksi informasi hoaks atau ujaran kebencian. Cybercrime Polda Kepri selama 24 nonstop selalu mengintai seluruh media sosial.

Mulai dari mulai Facebook, Instagram, Twitter , bahkan sampai WhatsApp menjadi salah satu pantauan jajaran di bawah Ditreskrimsus Polda Kepri.

Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Rustam Mansur melalui Kompol Ike Krisnadian, Subdit ll Eksus Perbankan & Cyber Crime Polda Kepri mengatakan, sesuai tugas fungsi Cybercrime, dengan berselancar di dunia maya memantau perkembangan sosial media yang melanggar aturan dan etika yang mengandung unsur haox, ujaran kebencian, dan unsur sara.

“Kita bekerja 24 jam, bila mana menemukan postingan yang melanggar akan dilakukan penyelidikan, dan naik pada tahap penyidikan yang merupakan peningkatan status bila ada tindak pidana,” katanya, Kamis (04/10/2018).

Disampaikannya, tidak hanya mencakup wilayah hukum Kepri. Bila menemukan diluar Kepri, Cybercrime Polda akan melakukan koordinasi dengan Cyber Nusantara.

“Kita koordinasi dengan Cyber Nusantara untuk mempermudah penyelidikan. Seperti contoh kasus terkait isu sara menghina suku Minang, saat itu pelakunya ada di Medan, kita langsung kordinasikan dan langsung melakukan penangkapan,” ucapnya memberikan penjelasan.

Sepanjang tahun 2017 disebutkannya, dari bulan Januari sampai September terdapat 7 laporan kasus. Dari 7 kasus tersebut, 4 kasus telah selesai, dan 3 masih sedang berjalan.

“Pasal yang dikenakan, pasal 14 ayat 2 , dan pasal 15 Undang -undang RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana, ancaman penjara paling lama 3 tahun penjara,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga menyampaikan, saat ini bukan lagi mulutmu harimaumu, tapi jarimu harimaumu.

“Maka bijak dalam bermedia sosial. Saring dulu sebelum shering. Gunakanlah kemajuan teknologi ini dengan hal yang bermanfaat,” imbaunnya.

Ia juga menyebutkan, tidak hanya orang yang memproduksi berita hoaks. Bagi yang menyebarkan pun juga akan dijerat dengan hukum yang berlaku.

“Bukan hanya memproduksi, jadi yang menyebarkan juga bisa menjadi pelaku penyebar informasi hoaks. Maka gunakan sebaik mungkin, dan bermanfaatlah bermedia sosial,” ujarnya. (mk/tri/r)