Inilah Sejarah Polisi Diraja Malaysia

MALAYSIA (marwahkepri.com) – Badan kepolisian termodern di Malaysia berawal pada tanggal 25 Maret 1807, sebagai hasil terbentuknya Piagam Keadilan di Pulau Pinang. Setelah itu, organisasi ini berkembang di Negara-negara Selat dan negara-negara lain di Koloni Malaya pada tahun 1871. Dan pada 1 Juli 1896 organisasi “Negeri-negeri Melayu Bersekutu” pun terbentuk.

Menjelang abad ke-20, semua daerah di Tanah Melayu sudah memiliki polisi tersendiri, termasuk “Polisi Negeri-Negeri Melayu Tidak Bersekutu”. Inggris kemudian memasukkan warga tempatan secara bertahap untuk  menjadi anggota kepolisian. Johor merupakan daerah awal di tanah melayu yang memiliki polisi yang sangat membanggakan. Polisi Johor dibentuk pada 3 Oktober 1858. Mereka membantu kelancaran administrasi Negara, mempertahankan ketertiban umum termasuk membawa pelanggar keadilan. Tugas kepolisian semakin rumit dengan adanya kegiatan subversife komunis pada tahun 1930an. Perang dunia kedua membuat kepolisian menjadi hancur.

Spesial Constabulary (SC) diperbesar dari jumlah 24.000 menjadi 30.000 pada tahun 1949 yang kebanyakan diisi oleh pemuda melayu. Pada tahun 1952 ketika anggota komunis bertambah banyak anggota SC bertambah menjadi 44.117 dimana anggota polisi biasa sebanyak 31.000 orang. Pasukan polisi memburu penjahat derngan menggunakan flying squad yang dilatih khusus teknik pertemputan di hutan. Pengalaman inilah yang mendasari terbentuknya jungle squad dan Pasukan Polisi Hutan (PPH). Tindakan berkesan yang dilakukan oleh polisi dan tentara yang dibantu oleh negara persekutuan menyebabkan ancaman komunis menjadi berkurang hingga akhirnya negara Malaysia mencapai kemerdekaannya pada tanggal 31 Agustus 1957.

Pengorbanan anggota polisi mempertahankan kedaulatan negara dianugerahi gelar “Diraja” pada 24 Juli 1958. Partai Komunis Malaysia (PKM)  yang kehilangan pengaruh dan dukungannya membuat negara Malaysia, Thailand, dan PKM membuat perjanjian damai di Thailand pada tanggal 2 Desenber 1989 hingga mengakhiri ancaman komunis pada 7 Oktober 1970.

Pada tanggal 11 September 1997 Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong Tuanku Jaafar Ibni Tuanku Abdul Rahman memberikan penganugerahan panji-panji kepada Pasukan Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Penghargaan tersebut mencerminkan penghargaan rakyat dan negara kepada Pasukan Polisi Diraja Malaysia atas sumbangan dan peranan penting memelihara keamanan negara. (mk/mun)