Kunjungi GAFI, BP Batam Tukar Informasi Perizinan Investasi

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo (kiri) berbincang bersama Wakil Kepala GAFI, Mohamed Abdul Wahab. (F:humas)

BATAM (marwahkepri.com) – Delegasi BP Batam mengunjungi General Authority for Investment and Free Zones (GAFI) di Nasr City, Cairo, Mesir, Selasa (2/10/2018). Delegasi BP Batam yang dipimpin Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo dan didampingi oleh Direktur PTSP, Ady Soegiharto.disambut langsung Wakil Kepala GAFI, Mohamed Abdul Wahab.

Pertemuan yang berlangsung selama 2 jam tersebut membahas mengenai perizinan yang berlaku di pemerintahan Mesir serta memberikan informasi perijinan yang berlaku di Batam. Terdapat beberapa kesamaan peraturan mengenai Free Trade Zone yang merupakan pembahasan selanjutnya, di mana hal ini sangat berkaitan dengan investasi dan sistem perizinan.

GAFI adalah Otoritas pemerintah dibawah Kementerian Investasi Mesir yang mengatur, memfasilitasi dan memberikan bantuan kepada investor yang ingin berbisnis di Zona Bebas Mesir. Dengan sistem perizinan one-stop shop untuk investasi di Mesir, GAFI memudahkan para investor global untuk memanfaatkan peluang investasi di Mesir sebagai negara yang kuat sebagai pusat ekspor untuk Eropa, dunia Arab dan Afrika.

Satu hal yang menarik bahwa pada layanan perizinan di Mesir mempunyai layanan premier. Layanan ini bukan dari masalah besarnya nilai investasi akan tetapi lebih kepada layanan cepat dalam waktu satu jam bagi pelaku usaha yang membayar 10000 pounds egypt atau sekitar 500 US dolar.

Sama halnya dengan Batam sebagai wilayah perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang memudahkan investor global melalui rancangan bangun sistem berbasis teknologi informasi Online Single Submission (OSS). Posisi strategis Batam secara geografis yang berada di jalur lalu lintas perdagangan internasional Selat Malaka yang merupakan jalur perdagangan internasional tersibuk kedua setelah Selat Dover di Inggris, membuat Batam menjadi tujuan kawasan investasi yang kompetitif di Asia Pasifik.

Kedua keistimewaan wilayah bebas ini, akan menjadi sebuah kalaborasi yang apik bila tercipta kerjasama antara kedua wilayah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Lukita menyatakan bahwa Mesir mempunyai aksesibilitas terhadap pasar Timur Tengah, Afrika, Eropa dan Amerika sehingga dapat memperluas pasar produksi Batam apabila ada kerjasama yang baik dalam bidang ekonomi. (humas)