Bangunan Sekolah Roboh, Mushola Dijadikan Tempat Belajar

Potret anak-anak suku laut dengan latar bangunan sekolah mereka (ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Kini anak-anak di dusun Mensemut Desa Penaah Kecamatan Senayang harus memanfaatkan mushola sebagai tempat rutinitas pendidikan mereka akibat robohnya sekolah mereka karena ditimpa pohon beberapa waktu.

Sekolah yang dibangun dari hasil swadaya masyarakat setempat, memang sebenarnya bukan tempat yang layak untuk belajar mengajar. Namun mengingat keinginan menuntut ilmu anak-anak suku laut yang tinggi dan jarak tempuh yang lumayan jauh, sehingga dijadikan bagian atau kelas jauh SDN 022 Senayang dimana sekolah induknya berada di Desa Penaah.

“Sekrang sekolah yang sangat sederhana itu sekarang sudah roboh tertimpah pohon. Anak-anak sekarang belajar sementara dibangunan mushola,” ucap Densy Diaz, aktifis Buta Aksara Suku Laut Lingga, Rabu (26/09/2018).

Dia yang kerap kali berkecimpung dengan masyarakat setempat mengatakan robohnya sekolah itu sejak 17 Agustus lalu. Pihak RT Mensemut sudah melaporkan ke desa setempat, tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan.

“Akhirnya istri ketua RT melapor ke saya,
Saya sempat kaget, karana kenapa baru sekarang telpon. Kalau dari kemarin mungkin tidak begini. Istri ketua RT bilang kami masih menunggu pihak desa, tapu ditunggu-tunggu sampai sekrang belum ada. Kasihan anak-anak yang mau sekolah dan belajar,” terang dia.

Menurutnya sejak dua tahun berdiri sekolah ini telah menampung belasan siswa yang dididik oleh satu guru PNS. Sekolah yang lebih besar dari gubuk itu telah memiliki dua sekat kelas. Namun kini, hari tak lagi sama. Mereka terpaksa diungsikan ke Mushola terdekat.

“Sama sekali bukan bantuan pemerintah, itu swadaya masyarakat setempat,” tegas dia.

Untuk itu, Densy Diaz sangat berharap sekolah itu dapat diperbaiki lagi terutama oleh pemerintah Kabupaten Lingga lewat dinas pendidikan. Sebab pendidikan bagian dari hak warga negara, yang hari ini anak-anak sebagai generasi bangsa. Bukan dengan batasan, walau mereka suku laut yang identik Dnegan  keterbelakangan tetapi punya hak yang sama dengan masyarakat modern saat ini.

Begitulah juga Kepala Sekolah SDN 022 Senayang, diharapkan bisa beraksi cepat terkait masalah ini. Jangan kesannya seolah-olah pembiaran.

“Saya mohon buat Dinas Pendidikan tolong di lperhatikan SDN 022 kelas jauh ini. Tolong pihak dinas terkait turun ke pulau mensemut lihat kondisinya.
Karna ini penting bagi pendidikan anak-anak suku asli disana,” harap dia.

Dia menegaskan ini bukan sekedar harapan saja, dan harus benar-benar pembangunannya direalisasikan. Berkaca pada wacana beberapa tahun silam balai-balai tempat dia mengajar anak-anak suku kau Selat Kongky yang roboh dihantam angin, sampai saat ini belum juga ada aksi pembangunan.

Kepada pemerintah yang dikatakan peduli pendidikan saat ini, diharapkan bisa memberikan kesan cepat tanggap kepada dunia pendidikan. Jangan hanya menuai janji. (MK/arp)