Meski Sering Diterpa Isu Miring, Pstore Tidak Gentar

Hamzah Putra, salah satu pengusaha yang juga rekan kerja Putra Siregar. ( foto : Munawir)

BATAM (marwahkepri.com) – Di usianya yang masih terbilang sangat muda, pengusaha elektronik dari Batam ini sudah dapat melebarkan sayap bisnisnya ke berbagai daerah di Indonesia.

Dia adalah Putra Siregar, siapa yang tidak mengenal sosok dirinya. Di sosial media Facebook, Instagram, Youtube dan media sosial lainnya namanya sudah tidak asing lagi bagi para pemburu handphone murah.

Sesuai dengan tagline usahanya “HP Pejabat, Harga Merakyat”, handphone yang dijual oleh Putra Siregar Store (Ptore) terbilang sangat murah harganya, namun meski murah tetapi barang yang dijual tidak murahan, Pstore tetap menawarkan kualitas yang bersaing dengan handphone mahal pada umumnya.

Pstore yang kini sudah memiliki sekitar 400 karyawan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia ini tidak serta merta memiliki jalan yang mulus dalam usahanya. Dia sering menjadi bahan fitnah dari berbagai kalangan yang tidak suka melihat kesuksesannya.

Instagram dan facebooknya juga sering dihack oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Isu-isu dari luar yang mengatakan Pstore adalah pembohong bertebaran, beberapa pihak juga sering mengatasnamakan Pstore untuk menipu para konsumennya, semua hal yang dialaminya tidak membuat Pstore goyah. Bahkan Pstore tetap berdiri kokoh ditengah bombardir isu-isu miring yang menimpa dirinya.

Selain itu, rekan Putra Siregar, Hamzah Putra mengatakan beberapa pihak dari instansi-instansi tertentu juga sering mencari-cari kesalahan Pstore. Contohnya perihal pengiriman barang Pstore ke berbagai daerah sering tertunda di bandara. Padahal mereka sudah melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan sesuai prosedur yang berlaku, namun anehnya beberapa pengusaha lain yang sama-sama mengirim barang dengan tujuan yang sama berjalan dengan mulus tanpa ada kendala, sedangkan Pstore ditahan. Hal tersebut lantas menjadi pertanyaan besar bagi Pstore, kenapa orang lain bisa lewat tanpa ditahan, sedangkan barangnya ditahan dengan alasan yang tidak jelas.

Menurutnya, jika pengusaha yang ingin berkarya di ganggu-ganggu seperti itu, bagaimana Indonesia mau maju. Indonesia butuh pengusaha-pengusaha muda untuk menciptakan lapangan kerja, sehingga angka pengangguran bisa berkurang dan berdampak pada ekonomi nasional.

“Gaji karyawan Pstore itu lebih dari UMK Batam loh, mas Putra masih berharap bisa membuka lapangan-lapangan kerja ke daerah-daerah lainnya lagi, tapi kalau seperti ini aja sudah diusik, bagaimana dia bisa mewujudkan impiannya itu,” kata Hamzah.

Hamzah juga sangat menyayangkan susahnya mengirim barang elektronik dari Batam ke daerah lain, padahal mereka sudah membayar pajak yang menjadi pendapatan daerah. Serta sudah mengikuti prosedur yang berlaku, tapi nyatanya pengirimannya masih ditahan tanpa alasan yang jelas.

“Kami berharap, kedepannya pengiriman barang kami bisa berjalan dengan baik, pemerintah juga mendukung para pengusaha muda dan lapangan kerja bisa kami ciptakan lagi,”tutupnya.(mk/mun)