Tanggapan Kasi Ini Tidak Mencerminkan Pelayanan Baik Disdukcapil

Pelayanan di Disdukcapil Lingga (ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Pelayanan kepengurusan data kependudukan di Disdukcapil Lingga terkesan buruk. Pasalnya, tanggapan yang diberikan Kasi Indentitas Penduduk, saat ada permasalahan kecil sangat tidak mencerminkan sikap sebagai tupoksi pelayanan, Senin (24/09/2018).

Karena tidak adanya rekomendasi dari desa, pengurus harus berurusan dengan Kasi yang bersangkutan. Namun setibanya dihadapan Kasi yang saat itu sedang sibuk-sibuknya dengan tumpukan berkas langsung menjustifikasi dengan nada tinggi.

“Jangan lupakan desa, jangan merasa hebat langsung kesini,” cetus Kasi Indentitas Penduduk, Eva Yusnita, S.Si, saat itu.

Setelah dijelaskan, dengan sikon pengurus yang berdomisili di Daik sementara berdasarkan KK masih menjadi warga desa Sungai Pinang. Malah dianya langsung berucap sinis.

“Pindah saja ke Daik,” ungkapnya tinggi.

Padahal dalam hal ini, jauh-jauh hari pengurus telah menanyakan perihal pengurusan KK yang anomali apakah bisa langsung ke Dinas atau masih harus melalui register desa yang bersangkutan via messenger akun facebook Disdukcapil Lingga. Jawabannya membolehkan langsung ke Dinas. Bahkan pengurus juga telah menanyakan hal ini kepada Kabid terkait pada hari yang sama. Jawabannya membolehkan langsung ke Dinas.

Meskipun diterima akhirnya, namun kesan yang ditinggalkan seorang Kasi yang bertugas dibidang pelayanan masyarakat ini sangat tidak baik. Bahkan pertanyaan seputar perubahan elemenan  pekerjaan di KTP masih dijawab dengan nada terkesan marah.

“SK Kerjanya mana,” kata dia menanyakan dengan nada tinggi.

Sebenarnya tidak ada masalah dalam hal kepengurusan ini bagi pengurus. Jika memang ditemui kekurangan berkas untuk memperbaharui KK ataupun KTP, cukup dijelaskan dengan baik sebaiknya. Dengan nada yang bisa memotivasi masyarakat pengurus.

Seorang Kasi yang duduk pada tugas itu, harus bisa memberikan cerminan pelayanan yang baik. Mungkin dengan bahasa penjelasan yang lembut, apalagi seorang perempuan. Bukan malah menjustifikasi yang seakan mendownkan masyarakat pengurus.

Jika ada masalah pribadi, keluarga ataupun pekerjaan yang ruwet, diharapkan tidak membawa pada ranah pelayanan kepada masyarakat. (MK/r)