Habibi Hapri Bantah Kuasai Lahan di Desa Pangkalan Tampoi

Habibi Hapri, SH. (F:Sona)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Habibi Hapri, SH membantah menguasai lahan di Desa Pangkalan Tampoi, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau. Politikus PAN tersebut justru menyebut bahwa hal tersebut merupakan konflik di masyarakat Desa Pangkalan Tampoi.

“Saya tegaskan itu tidak benar,” ujarnya membantah tudingan masyarakat Pangkalan Tampoi , saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (22/9/2018).

Habibi malah bertanya balik siapa nama dan mana alamat masyarakat yang menudingnya menguasai lahan tersebut, seraya menyarankan untuk mencari informasi utuh yang berkaitan dengan Desa Pangkalan Tampoi, karena kelompok masyarakat tersebut banyak mulai dari perangkat  Desa, pemuda, masyarakat adat, dan lain-lain.

Ketua DPD II PAN Kabupaten Pelalawan tersebut menyebut PT. AA menyerahkan lahan ke Desa Pangkalan Tampoi, lalu oleh desa dimanfaatkan untuk pembangunan.

“Jadi cari info utuh. Konflik di masyarakat itu urusan desa, urusan masyarakat. Sebaiknya kita tidak perlu ikut urusan intern desa biarlah mereka selesaikan urusannya sendiri,” ujar Ketua Komisi II DPRD Pelalawan itu kembali menyarankan.

“Saya tegaskan dan saya bantah kalau Bapak menyebut nama saya, saya tidak ada menguasai lahan di Desa Pangkalan Tampoi. Lahan itu sepenuhnya hak desa, kalau desa menjual dan menyerahkan dan sebagainya untuk pembangunan, itu sepenuhnya hak desa. Kepada siapa desa serahkan, saya tidak tahu, itu hak desa,” tegasnya.

Sebelumnya salah seorang warga bernama Anto mengaku kecewa karena anggota DPRD Pelalawan tersebut telah menguasai lahan seluas 739,374 M2 pelepasan dari Hutan Tanaman Industri (HTI) PT. Arara Abadi. Padahal lahan tersebut dibebaskan untuk tanaman kehidupan bagi masyarakat Desa Pangkalan Tampoi. (Sona)