Aktivis Suku Laut, Berharap Pemda Renovasi RTLH di Mengkuang

Rumah bantuan pemerintah di pulau Mengkuang terlihat rusak (ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Beberapa rumah bantuan pemerintah di pulau Mengkuang, Desa Tanjung Kelit Kecamatan Senayang terlihat rusak parah. Rumah-rumah yang dihuni suku laut setempat rusak akibat diterjang angin puting, beberapa waktu lalu.

Terkait musibah ini aktivis suku Lingga, Densy Dias berharap rumah-rumah itu dapat segera diperbaiki pemerintah daerah melalui dinas terkait.

Kondisi rumah yang kumuh tidak terawat tentu menjadi salah satu faktor mudahnya ambruk. Namun menurut Densy alangkah baiknya direnovasi kembali agar mereka yang belum atau yang kini tidak mempunyai rumah dapat menempati.

“Kalau mengandalkan dan menunggu masyarakat suku laut yg merenovasinya saya yakin rumah-rumah ini lebih dulu roboh, dan itu kemugkinan kecil. Saya yakin itu bakal mubazir karena rumahnya bakal tidak ditempati,” ujar dia, Sabtu (22/09/2018).

Salah satu penyebab itu, karena suku laut jelas tidak mempunyai pekerjaan tetap. Kerja serabutan dipastikan tidak akan mampu mengakomodir kebutuhan material rumah.

“Pencaharian yang semakin hari, semakin sulit dan berat, apalagi kebutuhan pokok sekarang semakin mahal. Hasil laut yang semakin menipis. Untuk ongkos biaya ke sekolah, mereka harus mengeluarkan Rp 6000 setiap hari untuk anak-anak mereka. Itupun mereka mengakui berat,” terang dia.

Karena hal tersebut, tidak jarang anak-anak pulau Mengkuang juga absen untuk mengikuti pelajaran di sekolah terdekat, meskipun transportasi sekolah sudah difasilitasi.

“Karena biaya transportasi tadi, keluhan ini kami langsung dengar dari masyarakat disana,” ucap dia.

Tidak lebih, sebagai aktifis yang berjibaku dengan keseharian suku laut, Densy Dias hanya berharap pemerintah setempat segera merenovasi rumah bersangkutan. Karena jika menilai untuk membangun baru, mungkin agak sulit ditimbang merenovasinya.

“Mungkin kalau diperbaiki akan lebih baik, sebab sayang sekali jika bangunan yang telah berdiri itu roboh sia-sia,” jelas dia. (MK/arp)