Diduga Terindikasi Korupsi, Camat O’O’U Mengundurkan Diri

Papan baliho berisikan penggunaan dana desa Desa Hilimejaya, Kecamatan Aramo, Kabupaten Nias Selatan

NIAS SELATAN (marwahkepri.com) – Pengunduran diri Camat O’o’u Sekhionekhe Ndruru S.Pd sebagai Pejabat Kepala Desa Hilimejaya, Kecamatan Aramo, Kabupaten Nias Selatan sejak Selasa (18/9/2018) pukul 15.40 WIB mengundang kekecewaan masyarakat.

Masyarakat kecewa lantaran pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD) serta Dana Desa (DD) tahun 2016-2018 diduga terindikasi korupsi.

Sesuai dengan pengamatan wartawan media marwahkepri.com pada bulan yang lalu ditemukan beberapa item kegiatan dalam anggaran ADD dan DD pada tahun 2016-2017 dinilai tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Belanja (RAB).

Yakni pelaksanaan semenisasi pada tahun 2016, 2017 dan 2018 dimana sesuai dengan RAB ketebalan semen seharusnya 10cm dan panjang 900m sementara yang terlaksana hanya 600 m saja.

Anehnya, pada tahun sebelumnya bahan meterial batu 57 dan batu 15/20 telah dilaporkan,  namun Sekhionekhe tetap melaporkan kembali untuk tahun ini. Akan tetapi bahan material tersebut diduga tidak dilaksanakan.

Lalu, berdasarkan laporan dari masyarakatn bahwa pelaksanaan ADD dan DD tahun 2018 tidak sesuai dengan harapan masyarakat karena penjelasan dana tersebut tidak diketahui lantaran Sekhionekhe mengelolanya sendiri tanpa difungsikan bendahara.

Salah seorang anggota pemuda Hilimejaya yang tidak mau disebut identintasnya dalam pemberitaan tapi sebut saja Boy menyampaikan kepada wartawan marwahkepri.com melalui via telepon bahwa pelaksanaan ADD dan DD tahun 2018  diduga tidak sesuai RAB dan tidak sesuai yang dicantumkan pada baliho, sementara realisasi di lapangan belum terlaksana sementara sisa anggaran hanya Rp 6 juta.

Pejabat Kepala Desa Hilimejaya pun diserahkan kepada Camat Aramo di hadapan Pendamping Desa Tekhnik Infrastruktur (PDTI) beserta aparat Desa Hilimejaya. (BazoHalawa)