Gubernur Kepri, Kami Sematkan Pin Emas Ini di Dadamu

Sumber foto: pwipaser.com

Oleh: Margiono
Ketua Umum PWI Pusat

Kita di PWI punya tradisi Pin Emas. Simbol sederhana tapi penuh makna yang disematkan ke bidang dada paling kanan baju kebesaran seseorang. Inilah simbol uluran tangan silaturahmi hakiki. Pers tak bisa menawarkan yang lebih dari selain ketulusan. Gubernur salah, pers akan tegur dan kontrol. Sebaliknya, bila gubernur berprestasi, pers wajib mengapresiasinya secara jujur.

Selebihnya, urusan waktu. Bila di kemudian hari Pak Gubernur kelihatannya berbahagia hati memiliki Pin Emas itu di dadanya, mohon dicatat. Siapapun yang dalam kesehariannya menunjukkan kebanggaan-kehangatan berkawan dengan wartawan, dengan segala dimensinya, teramat pantas mendapat hormat. Inilah kelak yang akan menjadi rekam-jejak bagi bersangkutan untuk meraih award yang lebih prestisius lagi dari tradisi panjang PWI: Anugerah Pena Emas.

Sampaikan salam hormat saya buat beliau. Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Mohon maaf saya urung hadir menghangatkan jamuan Konferwil PWI Pinang-Bintan. Karena diamanahkan untuk fokus dulu mempersiapkan Kongres Nasional PWI di Solo tanggal 28 September mendatang.

Kabarnya, di Solo nanti, saya dan Bung Ramon ditandemkan satu panggung. Saya men-dalang. Ramon baca puisi. Tentu akan lebih indah kalau di panggung yang sama, Bapak Gubernur bersedia menerima ikatan Pin Emas secara resmi dari kami. Insyaallah.

Selamat berkongres. Nalar dan jiwa besar. Hanya itu yang membuat musyawarah lancar. Merdeka! ***