BP Batam Tak Mengetahui Titik Lahan Hutan Lindung DAM Duriangkang

Tim BP Batam bersama LSM Perisai turun langsung ke lapangan meninjau kawasan hutan lindung di daerah Kabil, Nongsa bersama Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Kepri, Kamis (13/9/2018).

BATAM (marwahkepri.com) – Desas-desus masyarakat Kabil, Nongsa tentang permasalahan hutan lindung di DAM Duriangkang yang diduga dijadikan kavling oleh PT. Krea Cipta Nusa Jaya semakin meluas. BP Batam pun akhirnya mengundang LSM Perisai turun langsung ke lapangan untuk meninjau titik lokasi bersama Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Provinsi Kepri, Kamis (13/9/2018).

Dalam pertemuan di lapangan tersebut, tim dari BP Batam yang diwakili oleh Bagian Air dan Limbah Binsar Tambunan mengatakan bahwa pengerjaan kavling yang dilakukan oleh oknum yang membabat hutan lindung tersebut tidak diketahui oleh BP Batam.

“Kita dari Bagian Air dan Limbah BP Batam untuk wilayah DAM Duriangkang tidak mengetahui PT apa yang mengerjakan lahan kavling itu, dan untuk titik lahan hutan lindung persisnya dimana kita juga tidak mengetahui,”ungkap Binsar.

Sementara itu, pendapat berbeda terlontar dari KLH Provinsi Kepri Sub Bagian Lahan Budi, ia mengatakan bahwa lahan yang di kerjakan oleh PT Krea Cipta Nusa Jaya tidak termasuk hutan lindung karena pagar hutan lindung yang lama sudah dipindahkan sesuai dengan Permenhut tahun 2018 Nomor 272.

“Itu titik koordinatnya sudah berubah sesuai dengan Permenhut tahun 2018 Nomor 272, untuk lebih pastinya kita harus membawa alat ukur yang memadai,”ujar Budi.

Menanggapi pernyataan dari pihak BP Batam dan KLH Provinsi Kepri, Ketua LSM Persia Herwin Syaputra mengatakan bahwa ia sangat kecewa dengan pernyataan BP Batam yang tidak mengetahui dimana letak titik hutan lindung resapan air DAM Duriangkang.

“Jadi percuma saja kita diundang oleh BP Batam datang kelokasi untuk melihat dimana titik hutan lindung resapan air DAM Duriangkang, mereka saja tidak mengetahuinya, dan begitu juga oleh KLH dari Provinsi Kepri, tadi katanya lahan itu tidak hutan lindung sesuai Permenhut, kita minta data autentiknya berkilah juga,”tutupnya. (mun)