Kabidpora : Pelajar di Kecamatan Senayang Punya Potensi Olahraga

Kabidpora Lingga bersama Kasipora memboyong atlet usai mengikuti lomba (ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Lingga, Safaruddin mengakui  di Kecamatan Senayang punya potensi besar untuk olahraga ditingkat pelajar, terutama cabang atletik, Rabu (12/09/2018).

Menurutnya pelajar-pelajar di sekolah-sekolah menengah Kecamatan Senayang punya bakat alam yang harus dibina untuk mengangkat eksistensi olah Kabupaten Lingga.

Hal tersebut dipandang tepat karena pada event Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kepri ke VII yang berlangsung di Dabosingkep, pelajar utusan Kecamatan Senayang yang bertarung untuk Kabupaten Lingga meraih medali. Bahkan pada Kejurda atletik kemarin yang berlangsung di Kota Batam, atlet atlet tersebut mampu mempertahankan medalinya emas dan perak.

“Ini bukti kalau disana punya potensi besar untuk olahraga. Maka kita harus terjun langsung. Seperti yang kita lakukan kemarin,” ucap dia.

Dua atlet atas nama Dea Jayanti pelajar SMAN 1 Senayang dan Hairul pelajar SMKN 1 Senayang memberikan kontribusi baik untuk Kabupaten Lingga. Hairul meraih emas dinomor lempar lembing baik di POPDA maupun Kejurda, begitu juga Dea Jayanti dengan medali peraknya.

Safaruddin mengatakan kedepannya untuk persiapan POPDA Kepri ke VIII tahun 2020 di Kabupaten Natuna, pihaknya akan berusaha dan terus berjibaku mencari atlet-atlet berpotensi khususnya di Kecamatan Senayang. Penjaringan tersebut tentu akan dilakukan dengan terjun langsung ke sekolah-sekolah.

“Ada olahraga yang sistem perekrutan butuh kompetisi, seperti bolakaki. Ada juga yang tidak. Seperti atletik ini, kita bisa ukur lewat cacatan waktu atau jarak,” papar dia.

Tak hanya itu, unggulnya tim atletik Lingga di level provinsi mengharuskan pihaknya berbicara dengan pemerintah daerah untuk mendirikan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Daerah cabang olahraga atletik di Kabupaten Lingga.

“Kita sudah ada sarana olahraga, jadi memang harus dilakukan dengan pembinaan yang matang,” jelas dia. (MK/arp)