Tengah Mencari Madu, Pria Ini Temukan Mayat di Atas Pohon

Proses evakuali oleh Kepolisian

MARWAHKEPRI.com, NATUNA – Seorang warga Desa Gunung Durian, Kecamatan Bunguran Utara, Natuna, ditemukan mati tergantung diatas pohon, pada Minggu (09/09/2018).

Setelah dilakukan evakuasi oleh warga bersama aparat Kepolisian, ternyata mayat mengenakan celana pendek dan sweater berlengan panjang itu dipastikan bernama Cici Yanto (25).

Sebelum ditemukan gantung diri diatas pohon manik, pria kelahiran tahun 1993 tersebut sempat hilang sejak hari raya idul adha kemarin (sekitar 20 hari). Kakak kandung korban Chandra (32), memastikan bahwa mayat itu adalah Cici Yanto, melihat celana pendek yang dikenakan pada saat terakhir kali ketemu.

Chandra terakhir kali ketemu dengan korban, pada Rabu (22/08/2018), sekira pukul 07.00 WIB. Ia mengajak adeknya untuk melaksanakan shalat idul adha di Masjid At-Taqwa, Desa Kelarik.

Akan tetapi, ajakannya ditolak sang adik, dengan alasan sedang membantu ibunya yang sedang sakit untuk memasak nasi.

Sekira pukul 15.00 WIB, Chandra pulang ke rumah dan tidak melihat keberadaan korban. Selanjutnya, beberapa hari kemudian, ia menghubungi keluarga dan teman dekat korban, untuk mengetahui keberadaannya. Akan tetapi tidak seorang pun mengetahui keberadaan korban.

Awalnya, jenazah Yanto ditemukan tergantung oleh Liidi Adha (33), saat tengah asyik mencari madu di Gunung Putri, Kamis (06/09/2018), sekira pukul 13.00 WIB.

Menemukan sesosok mayat di hutan, membuatnya kaget bukan kepalang. Honorer di SDN 003 Kelarik ini, akhirnya pulang dan melaporkan kejadian kepada masyarakat kampung Gunung Durian.

Proses penurunan mayat dari pohon

Minggu pagi 09 September 2018, sekira pukul 07.30 WIB, Kades Gunung Durian bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat menuju gunung durian, untuk memastikan keberadaan mayat tersebut. Mayat didapati dalam keadaan tergantung kurus kering.

Tim gabungan Resintel Polres Natuna dan Resintel Polsek Bunguran Barat, dipimpin Kasatreskrim Polres Natuna AKP Edy Wiyanto dan didampingi Kapolsek Bunguran Barat AKP Frengki Marianus M, tiba di Gunung Durian, sekira pukul 12.00 WIB. Selanjutnya melakukan olah TKP dan pulbaket terhadap saksi-saksi dan keluarga korban.

Selanjutnya pukul 13.30 WIB, korban yang merupakan anak kandung pasutri Bahlawi dan Ruslayati ini, dibawa ke Puskesmas Kelarik untuk dilakukan Visum oleh dr.Ameri Yahya.

Hasil visum menunjukkan : dileher korban terdapat sebuah tali dengan simpul hidup, sebagian besar badan telah membusuk, didaerah leher tidak terdapat tanda-tanda patah tulang.

Chandra mewakili pihak keluarga, menandatangani serah terima jenazah. Sekaligus membuat surat pernyataan penolakan untuk tidak dilakukan otopsi.

Serah terima jenazah dilaksanakan di Puskesmas Kelarik, sekitar pukul 15.00 WIB. Disaksikan Kades Gunung Durian Amran dan Ketua BPD Kamaruddin. Pihak kelurga berencana memakamkan korban pada sore harinya.***

Sonang Lubis