Setelah Dilatih, Calon Mak Inang dan Mak Andam Harus Siap Berkerja

Mandi-mandi sebagai salah satu adat dari prosesi pernikahan melayu. (F:arpa)

Lingga (marwahkepri.com) – Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM)  Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau Dato’ Sri HM Ishak mengapresiasi terlaksananya pelatihan Mak Inang dan Mak Andam yang berlangsung pada tanggal 3 dan 4 September 2018, kemarin, Kamis (05/09/2018).

“Alhamdulillah, kegiatan berjalan baik. Terimakasih baik narasumber maupun para peserta. Mewakili pengurus yang lain, saya mengucapkan terimakasih atas keikutsertaan para peserta semuanya,” ucap Dato’ Ishak saat menutup kegiatan di sekretariat LAM Kabupaten Lingga.

Selain itu, dia juga berharap kepada pengurus kecamatan, kelurahan maupun desa yang sudah terbentuk untuk segera dapat menyusun program kerja dan merealisasikan.

“Jika diminta untuk melakukan pendampingan ditempat bapak dan ibu. Ada Dato’ Syarifah Paridah, Dato’ H Nadar, Dato’ Lazuardy, Dato’ Ramlan siap untuk berbagi ilmu. Kami Kabupaten siap jika dibutuhkan,” papar dia.

“Misalnya jika ada hajatan pernikahan atau hal ihwal pesta perkawinan di desa. Bisa berkomunikasi dengan Kabupaten. Kita akan langsung praktek dilokasi hajatan. Tentunya dengan demikian, ilmunya lebih mudah diserap dan kita fahami,” lanjut dia.

Tidak hanya itu, kepada peserta yang telah mengikuti pelatihan tersebut dia sangat berharap bisa menerapkan dengan baik ditengah masyarakat. Tidak ada alasan apapun, apalagi menolak permintaan tugas pada suatu adat perkawinan.

Meski waktu pelatihan sangat singkat karena hanya penyampaian materi yang disajikan mulai dari pengenalan peterakne, pelaminan, berandam, tepuk tepung tawar, anyam menganyam, kue pengantin, berinai hingga mandi-mandi sangat panjang.

“Mulai saat ini, harus siap tampil kedepan. Tidak ada alasan macam-macam, pokoknya siap ketika diminta oleh pemilik hajat. Yang paling penting itu adalah praktek langsung. Siapa lagi yang mau merawat dan melestarikan tradisi ini, kalau bukan kita,” tegas dia.

Hal senada juga disampaikan Syarifah Paridah, narasumber pelatihan Mak Inang dan Mak Andam. Menurutnya orang muda harus bangkit. Kekayaan khazanah budaya melayu ini sungguh luar biasa, jadi jangan malu bertanya dan teruslah belajar. Zaman semakin maju, adat dan budaya harus jadi penyatu. Zaman semakin canggih, adat budaya jangan tersisih.

“Patut kita syukuri, saat ini masih ada yang peduli adat dan tradisi budaya Melayu. Selain tugas LAM, tapi ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita bersama,” pesan dia. (MK/arp)