Hamid Rizal Inginkan Seluruh Pelosok Natuna Terjamah Telekomunikasi

Bupati menjabat tangan Menteri Keuangan

MARWAHKEPRI.com, NATUNA – Bupati Natuna Hamid Rizal, menghadiri acara Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) di hotel Borobudur, Jakarta, Senin 03 September 2018.

Mendapat kesempatan memaparkan kondisi kabupaten Natuna, Hamid Rizal langsung angkat bicara dihadapan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Hamid menyampaikan keinginannya, agar pembangunan telekomunikasi menyentuh seluruh pelosok di bumi laut sakti rantau bertuah. Hal ini sangat penting, mengingat Natuna membutuhkan konektivitas antar pulau.

Kondisi geografis kabupaten Natuna terdiri dari banyak pulau, serta berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga. Mengharuskan seluruh wilayah perbatasan terjangkau jaringan telekomunikasi.

“Mengharapkan adanya pemerataan telekomunikasi di wilayah Natuna. Sehingga kami yang banyak pulau, bisa menikmati akses secara maksimal, sama dengan daerah lainnya diluar Natuna”, ucap Hamid.

Pemaparan oleh Bupati Natuna

BAKTI Kominfo merupakan Badan Layanan Umum, pengelola dana Universial Service Obligation (USO) dari para penyelenggara telekomunikasi Indonesia. BAKTI bertugas menumbuhkan konektivitas nasional dengan membangun dari pinggiran, sesuai nawacita presiden Jokowi.

Pada kesempatan itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan, pemerintah melalui BAKTI Kominfo akan memiliki satelit internet kecepatan tinggi (high speed). Dengan adanya satelit multi fungsi, akan memenuhi kebutuhan pemerintah guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Sebut Rudi, guna melahirkan generasi berdaya saing tinggi, perlu konektivitas internet untuk mengubah pola belajar mengajar di sekolah.

“Selama ini, banyak sekolah sudah terhubung internet, tetapi hanya dipakai untuk UNBK saja. Generasi kita mau kompetitif, tapi diajarin menghafal mulu, gimana?. Makanya perlu internet, karena bisa digunakan 9 ribu sekolah untuk sistem pembelajaran”, sebut Rudi.

Disamping itu, penggunaan internet berkecepatan tinggi, diharapkan mampu menunjang kegiatan pelayanan kesehatan di setiap Puskesmas di bumi persada.

“Ada empat ribu lebih Puskesmas di Indonesia, tapi seribu lebih belum dilengkapi dengan akses internet. Di Puskesmas pun dipersulit administrasi, kita harus merubah pola pikir. Cara melayani masyarakat harus diubah melalui layanan internet”, tukasnya mengakhiri.

Bupati Natuna bersama sejumlah pejabat

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap, internet kecepatan tinggi dapat mempercepat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), sesuai dengan program prioritas pemerintah.

“Aksesibiltas sudah bagus, tapi efektivitas itu questionable. Jadi masih banyak sekali PR dalam edukasi kita. Dalam konteks inilah teknologi dan informasi sangat berpengaruh”, ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menitipkan dua sektor utama alokasi besar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yaitu Pendidikan dan Kesehatan.

Menurutnya, pemerintah telah mengalokasikan dana pendidikan sebesar 20% dari total APBN. Bahkan untuk memastikan pembangunan SDM, telah dilakukan fokus pembangunan di sektor kesehatan dan pembangunan desa.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa didalam konteks pemikiran perubahan teknologi ini adalah munculnya mereka yang tidak mampu untuk merasakan transformasi ini, baik karena tidak ada akses, mungkin terhalang karena berbagai macam faktor,” jelas Sri Mulyani memberikan informasi latar kebijakan pemerataan internet untuk mendukung prioritas pemerintah.***

Sonang Lubis