Kepri masih Membutuhkan Dokter Spesialis

Ilustrasi. (F:net)

Ilustrasi. (F:net)

TANJUNGPINANG (marwahkepri.com) – Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan Provinsi Kepulauan Riau masih membutuhkan dokter spesialis untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dokter umum di Kepri sudah cukup. Mereka bertugas hingga di pulau-pulau, merata di Kepri. Namun jumlah dokter spesialis masih sedikit, kita butuh cukup banyak,” ujarnya di Tanjungpinang, Rabu (29/8/2018).

Tjetjep menjelaskan, jumlah dokter di Kepri sekarang sekitar 1.200 orang dimana sebagian besar merupakan dokter umum. Sementara tuntutan pelayanan terhadap pasien yang mengidap penyakit yang perlu ditangani oleh dokter dengan keahlian khusus semakin tinggi.

Apalagi provinsi ini terdiri dari pulau-pulau sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan harus optimal.

“Karena karakteristik Kepri berbeda dengan provinsi lainnya, ada ratusan pulau yang berpenghuni, maka dibutuhkan pelayanan kesehatan secara merata dan maksimal,” katanya.

Tjetjep mengemukakan dokter yang bekerja di rumah sakit milik pemerintah sendiri, termasuk Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri masih terbatas. Beberapa dokter di rumah sakit provinsi disekolahkan pemerintah untuk mendapatkan keahlian khusus.

“Butuh 3-4 tahun lagi jumlah dokter ahli di Pemprov Kepri bertambah setelah mereka lulus pendidikan. Kondisinya seperti itu jika tidak ada dokter ahli yang direkrut,” ucapnya.

Tjetjep mengatakan jumlah dokter dengan keahlian khusus yang baru lulus pendidikan sangat terbatas di Indonesia. Orang yang menyandang status sebagai dokter ahli syaraf dan bedah dalam setahun masing-masing hanya lulus lima orang, sedangkan ahli jantung hanya 25 orang. (mc)