Ketua KPU Lingga : Izin Pimpinan Sidang, Kami Keberatan

Saksi memberikan keterangan diatas sumpah dalam sengketa politik ini (foto : Arpa)

Lingga (marwahkepri.com) – Sidang sengketa kembali dilanjutkan Bawaslu Kabupaten Lingga terkait gugatan yang dilaporkan DPD PAN terhadap KPU yang berlangsung diruang sidang Bawaslu, jalan Engku Amang Kelang, Daik. Pada sidang lanjutan ini, KPU Lingga menyampaikan keberatan terhadap saksi yang dihadirkan oleh pihak pemohon, Rabu (29/08/2018).

Sidang lanjutan perkara politik ini berlangsung baik. Kedua belah pihak bisa  menghadirkan saksi.

Saksi atas nama Suryadi yang dihadirkan, DPD PAN Kabupaten Lingga pertama memberikan keterangan diatas sumpah terhadap pertanyaan-pertanyaan yang dicecah kedua belah pihak yang bersengketa.

Tiba giliran KPU memberikan pertanyaan, akhirnya mengajukan keberatan kepada majelis sidang karena saksi dalam anggapan tidak sepenuhnya mengetahui proses sengketa. Arogansi ini terlihat di pihak KPU Lingga, karena menganggap saksi bukan orang yang tepat sebab hanya mendengar, bukan melihat langsung proses perkara yang akhirnya disengketakan.

“Izin pimpinan, kami keberatan terhadap saksi ini,” kata Ketua KPU Lingga, Juliati saat pelaksaaan sidang.

Padahal saksi merupakan orang tepat dihadirkan PAN, karena dalam struktur kepartaian menjabat sebagai Wakil Ketua DPD partai yang mengetahui segala urusan sekretariat PAN terutama dalam hal surat berita acara yang disampaikan KPU kepada partai.

Sementara yang bersengketa merupakan Ketua DPD PAN atas nama M Afrizal, selaku pemohon gugatan karena namanya dicoret dari DCS bacaleg oleh KPU Lingga pada pemilu mendatang. Pada proses kepartaian, pemohon juga sebagai LO yang berhubungan langsung ke KPU Lingga.

Saksi dari KPU Lingga, juga memberikan keterangan. Dari pertanyaan yang dicecah kepada yang bersangkutan. Ada satu penekanan yang ditanyakan oleh pemohon yakni mengapa surat berita acara, tidak masuknya pemohon pada DCS harus disampaikan KPU Lingga kepada partai pada tanggal 16 Agustus lalu.

“Itu kan harusnya diserah ke kami tanggal 11 Agustus,” kata M Afrizal dalam sidang.

Sidang kemudian di skor kembali dan dilanjutkan besok oleh Bawaslu Lingga. Kedua belah pihak sengketa diminta menyiapkan kesimpulan atas jawab saksi. Kemudian dilanjutkan kepada keputusan.

“Kita akan melakukan dua kali agenda sidang lagi. Sidang selanjutnya kesimpulan para pihak, besok jam 10.00 WIB,” kata Ketua Majelis sidang, Zamroni sembari mengetok palu.

Dalam kasus ini, Bawaslu Lingga telah menggelar dua kali mediasi yang akhirnya berujung adjudikasi. Sidang terbuka telah dilakukan sebanyak tiga kali, dimana yang pertama diskor karena KPU sebagai temohon belum bisa membacakan jawaban dari gugatan yang dibacakan pemohon. KPU baru bersedia membaca pada sidang kedua, Selasa (28/08/2018).. Setelah KPU membaca dalil-dalil dan pasal-pasal menolak permohonan partai itu, maka sidang dilanjutkan dengan menampilkan saksi-saksi. (MK/arp)