BPJS Kesehatan Terapkan Sistem Rujukan Online

Masyarakat mengantri di kantor BPJS Kesehatan. (F:ist)

Masyarakat mengantri di kantor BPJS Kesehatan. (F:ist)

BATAM (marwahkepri.com) – BPJS Kesehatan mulai menerapkan sistem rujukan dalam jaringan (daring) atau online di berbagai fasilitas kesehatan Kota Batam yang bekerjasama. Inovasi layanan dari BPJS Kesehatan ini pun diakui telah memberi kemudahan baik untuk pasien maupun petugas di fasilitas kesehatan.

Direktur RSUD Embung Fatimah, drg. Ani Dewiyana mengatakan sistem rujukan online ini telah memangkas waktu antrean di bagian pendaftaran rumah sakit. Sehingga pelayanan kepada pasien menjadi lebih cepat dan efisien.

“Jelas mempermudah. Pasien enggak perlu bawa-bawa kertas rujukan. Petugas tinggal buka komputer, data sudah ada. Waktu pelayanan jadi dipersingkat,” tutur Ani di Batam Centre, Minggu (26/8/2018).

Sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), sebagian besar pasien RSUD Embung Fatimah merupakan peserta BPJS Kesehatan. Angkanya sekitar 90 persen dari total pasien rumah sakit pemerintah ini.

“Bahkan pernah sampai 95 persen. Karena kita rumah sakit rujukan, jadi pasien BPJS Kesehatan yang ke sini rata-rata adalah rujukan dari Puskesmas. Kecuali yang masuk gawat darurat ya. Dan sebagian kecil pasien umum,” ujar mantan Wakil Direktur RSUD Kepri ini.

“Jadi dengan sistem online ini sangat membantu, pelayanan jadi lebih cepat, mengurangi antrean,” tegasnya lagi.

Kehadiran pelayanan daring dari BPJS Kesehatan ini juga disambut baik petugas medis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dokter Dwi Putri Aprianti mengatakan sistem rujukan online ini sudah diberlakukan sekitar sepekan lalu di klinik tempat ia praktik.

“Sudah seminggu lebih mulai diterapkannya. Dengan rujukan online ini mempermudah kita juga,” tutur perempuan bergelar pendidikan dokter gigi ini, Jumat (24/8/2018).

Kemudahan yang dirasakan antara lain petugas di FKTP bisa menjelaskan pilihan FKRTL kepada pasien. Sistem yang dibuat BPJS Kesehatan juga sudah bisa memilah faskes rujukan yang memiliki praktik dokter sesuai kebutuhan pengobatan.

“Misal dari dokter umum, pasien mau dirujuk ke dokter paru. Kita tinggal pilih spesialisasinya, lalu muncul rumah sakit yang ada dokter parunya. Lalu kita sampaikan ke pasien, dan pasien bisa pilih rumah sakit terdekat,” paparnya.

Setelah itu, data pasien otomatis masuk ke sistem di FKRTL yang dipilih. Artinya pasien sudah langsung terdaftar di rumah sakit rujukan tersebut.

Pasien selanjutnya datang ke rumah sakit sesuai jadwal praktik dokter. Data mengenai jadwal praktik ini juga tersedia di sistem, sehingga dapat langsung disampaikan ke pasien saat berada di FKTP. Surat rujukan ini, kata Dwi, berlaku selama satu bulan.

“Dengan rujukan online ini juga mempermudah pasien karena tidak perlu membawa-bawa surat rujukan. Dan tidak perlu lagi fotokopi surat rujukan balik ke sini karena secara online sudah masuk ke data kita,” tuturnya. (mc)