Pengurus LAM Kelurahan Daik Dilantik

Ketua LAM Kecamatan Lingga Datok Taufik memasangkan tanjak dendam tak sudah sebagai bukti pelantikan kepada ketua LAM Kelurahan Daik Datok Sazali. (F:Arp)

LINGGA (marwahkepri.com) – Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau Kecamatan Lingga  melantik sejumlah pengurus LAM Kelurahan Daik masa khidmat 2018-2023 yang berlangsung di sekretariat LAM Kabupaten Lingga, Rabu (22/08/2018) malam. Acara, berjalan dengan lancar dan berlangsung khidmat.

Sebelumnya, setelah melalui musyawarah bersama terpilihlah Datok Sazali sebagai ketua LAM Kelurahan Daik. Hasil komposisi dan kepengurusan personalia dilantik langsung oleh Ketua LAM Kecamatan Lingga, Datok Taufik berdasarkan SK nomor 02 Tahun 2018. Pelantikan dilakukan dengan pemasangan tanjak, penyematan pin dan penyerahan bendera.

Kegiatan juga dilengkapi dengan pembagian buku adat tepuk tepung tawar yang merupakan salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional dari Kabupaten Lingga.

Ketua LAM Kelurahan Daik, Sazali pada sambutan perdananya berharap dengan terbentuknya kepengurusan tersebut bisa lebih memudahkan upaya pelestarian adat khusus Daik sebagai bunda tanah Melayu.

“Sebelumnye kami hanye tau tugas LAM itu melestarikan adat dan menjunjung budaye. Sampai hari ini, mungkin untuk lebihnya kami perlu belajar lagi dan kirenye nanti dalam pelaksanaan tugas kami mohon dibimbing,” papar Datok Sazali.

Sementara itu Ketua LAM Kecamatan Lingga, Datok Taufik memaparkan bagaimana kemajuan zaman teknologi sangat rentan mengikis adat dan budaya di bumi Melayu ini. Maka dari itu, dia berharap mulai dari tingkat paling bawah yakni kelurahan/desa bersinergi dengan persatuan LAM dalam melestarikan budaya melayu.

“Kepada pengurus yang terpilih agar lebih memainkan peranan dalam menghidupkan adab resam melayu yang semakin hari semakin terlupekan,” tegas Datok Taufik.

Menurutnya saat ini boleh dikatakan prihatin bagaimana zaman mulai memudar adat istiadat khususnya di tanah Melayu. Peranan penting LAM sangat diharapkan agar adat-istiadat, budaya yang telah lama diturunkan oleh pendahulu-pendahulu dapat terus lestari.

Ditempat yang sama Ketua LAM Kabupaten Lingga, Datok Ishak menegaskan penting sekali memahami adat dan budaya karena merupakan tradisi yang memang belajar dari Lingga. Terkhusus, dengan terbentuknya LAM Kelurahan Daik dirinya sangat berharap bagaimana bisa menjadi luar biasa diantara pengurus LAM Kecamatan Lingga maupun Kabupaten Lingga. Sebab, yang dikatakan Bunda Tanah Melayu itu adalah Daik Lingga.

“Terimakasih kepada pengurus LAM Kecamatan Lingga telah membentuk LAM Kelurahan. Masih ada 7 Desa lagi di Kecamatan Lingga, itu menjadi PR,” ucap dia. (MK/arp)