Asal Mula Gelar Bunda Tanah Melayu Kepri

Gunung Daik (arp)

Lingga (marwahkepri.com) – Daik Lingga, sebenarnya punya jasa besar untuk Provinsi Kepulauan Riau dari sisi sebuah gelar. Pasalnya gelar Provinsi Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang menggema hingga ke mancanegara berawal dari Kota Daik Kabupaten Lingga.

Hal tersebut dipertegaskan Ketua Lembaga Ada Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kabupaten Lingga, Datok Ishak. Dia yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan Lingga memaparkan betapa besar jasa Daik dengan sebuah gelar yang didapat dari pengakuan negara serumpun.

Bunda Tanah Melayu memang layak disandang kota Daik, karena lebih dari 120 tahun menjadi pusat kerajaan melayu.

“LAM Kelurahan Daik harus luar biasa karena disini awal mula Bunda Tanah Melayu. Jadi diharapkan setiap pengurus lebih tau seluk beluk Daik,” kata dia saat menyampaikan sambutannya pada pelantikan pengurus LAM Kelurahan Daik di sekretariat LAM Kepulauan Riau Kabupaten Lingga, Rabu (22/08/2018) malam.

Kemudian sejarah Bunda Tanah Melayu menjadi gelar Kabupaten Lingga, sejak zaman pemerintahan Bupati Lingga, Daria era 2005 – 2010 dan 2010 – 2015. Nama, Lingga sebagai Kabupaten termuda waktu itu menggema dengan gelar besar dengan motto Bertingkap Alam Berpintu Ilahi.

Lebih lanjut kata Ishak, oleh provinsi Kepulauan Riau terpilihnya almarhum Muhammad Sani pada pilgub 2010, menjadi gelar Bunda Tanah Melayu disandang Provinsi Kepri hingga sekarang.

Namun, gelar kebesaran itu masih tetap menjadi milik Lingga secara umum. Sebab beberapa waktu lalu, kedatangan Wakil Presiden Republik Indonesia, M Yusuf Kalla di Daik September tahun lalu membuktikan gelar tersebut akan melakat dibumi Lingga.

Kehadiran M Yusuf Kalla saat menghadiri Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa resmi digelar di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau,  bertujuan memperkenalkan Kabupaten Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu. Bak mengangkat “Batang Terendam” dan menjadikan Kabupaten Lingga sebagai bahan rujukan budaya Melayu sedunia yakni semenanjung Melayu seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan negara lainnya. (MK/arp)