DKPP Cek Kesehatan Hewan Kurban

– Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam memeriksa kesehatan hewan kurban di penampungan Seitemiang, Selasa (14/8/2018).

BATAM (marwahkepri.com) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam memeriksa kesehatan hewan yang akan dikurbankan pada saat Idul Adha 1439 H.

“Hewan yang tak layak sudah langsung dipisahkan, sedangkan yang sehat langsung diberi label sehat,” kata Kepala DKPP Batam, Mardanis di Sekupang, Selasa (14/8/2018).

DKPP Batam menurunkan dua tim yang terdiri dari delapan orang staf dan dua orang dokter hewan untuk mengecek kesehatan hewan kurban. Total sudah dua ribu lebih hewan kurban yang diperiksa kesehatannya.

Pengecekan dilakukan di penampungan Seitemiang, Nongsa, dan Seipanas. Termasuk hewan yang dijual di tepi jalan.

“Ini sudah hari ketiga pelaksanaan. Untuk Seitemiang hari pertama,” sebutnya.

Adapun jumlah hewan kurban yang masuk ke Batam tahun ini mencapai lima ribu ekor. Terdiri dari dua ribu ekor sapi dan tiga ribu ekor kambing. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Mungkin karena permintaan juga naik. Kalau harga sapi mereka jual Rp 18-75 juta tergantung kondisi hewannya,” kata Mardanis.

Sementara itu, dokter hewan DKPP Samuel Tampubolon mengatakan ada tiga sampai empat ekor hewan yang dinyatakan tak sehat di penampungan sementara Seitemiang Sekupang. Penyakit yang dialami hewan tersebut antara lain flu, cedera kaki atau patah tulang, dan sakit di persendian.

“Tadi ada beberapa hewan yang kondisinya tak boleh dijual untuk hari raya kurban nanti. Hewan tersebut sudah kami pisahkan dan tidak mendapatkan label sehat,” kata Samuel.

Ia menjelaskan pada pemeriksaan ini tim mengecek kondisi fisik hewan. Seperti bagian mata apakah bening dan merah muda, elastisitas kulit, lendir pada hidung, dan posisi kaki apakah tegak.

“Selain itu juga dilihat ada luka atau tidak. Dan melihat kelainan pada kuku. Untuk usianya kami lihat dari gigi,” kata dia.

Samuel mengatakan kesehatan hewan kurban yang masuk ke Batam cukup baik. Karena sebelum sampai di penampungan, hewan sudah melewati pemeriksaan di karantina.

“Sejauh ini belum ada ditemukan penyakit yang berbahaya,” ungkap Samuel. (mc)