Peringati HAN, M Nizar : Dua Tahun Kita Mendapatkan Prestasi Luar Biasa    

Pemukulan gong peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Lingga (ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Selama dua tahun terakhir, Kabupaten Lingga mendapatkan prestasi luar biasa berturut-turut yakni 2017 hingga 2018 meraih predikat sebagai Kota/Kabupaten Layak Anak Pratama. Hal tersebut merupakan prestasi yang perlu di pertahankan.

“Prestasi yang kita raih saat ini, merupakan kerja bersama. Ada kabupaten/kota yang mendapat penghargaan itu tahun 2017, tapi tahun 2018 tidak mendapatkannya lagi. Tapi kita berturut-turut mendapatkan itu,” kata Wakil Bupati Lingga, M Nizar, saat menyampaikan pidatonya pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Lingga tahun 2018 yang berlangsung dhalaman Kantor Bupati Lingga, Rabu (15/08/2018).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) ini baru terlaksana sekarang, yang semula secara nasional jatuh pada 23 Juli lalu.

HAN tahun ini, dihadiri ratusan anak dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Lingga dan dimeriahkan dengan berbagai hiburan tari, puisi, silat, musikalitas dan lainnya yang dibawakan langsung oleh anak-anak dari mulai tingkat pendidikan dini (PAUD) hingga siswa SLTA.

“Makna dan pelajaran yang harus kita ambil pada Hari Anak ini tentunya bahwa anak adalah harapan bangsa, harapan kita semua. Mereka ini terlahir suci, bersih, jadi perlu kita berikan ilmu yang bermanfaat,” ujarnya.

Sebelumnya peringatan HAN tahun 2017 dilakukan di Desa Benan Kecamatan Senayang. Pemerintah juga telah menetap beberapa Desa Layak Anak. Disusul tahun ini ada 3 Desa dah 1 Kelurahan kembali ditetapkan sebagai Desa Layak Anak yakni Desa Panggak Laut, Desa Musai, Desa Tanjung Harapan, dan Kelurahan Daik.

Untuk meningkatkan kesejahteraan, keselamatan, prestasi, mutu dan segala aspek positif terkait anak di Lingga, Wakil Bupati mengajak setiap orang tua dapat menjaga anak mereka sebaik mungkin dan memberikan nilai positif serta berperan aktif baik dalam halhal eduk maupun pengawasan.

“Sekarang ini tidak sedikit pemberitaan di media masa dimana anak dijadikan objek untuk kegiatan negatif. Dengan begitu, kita harus mempunyai kepribadian dan mencontohkan nilai positif,” ucapnya.

Dia juga berharap tahun mendatang prestasi-prestasi anak Kabupaten Lingga semakin meningkat, dibandingkan kasus kekerasan dari penyimpangan-penyimpangan negatif. (MK/arp)