Kedisiplinan PNS Lingga Mulai Luntur

Wakil Bupati Lingga, M. Nizar saat memberikan pengarahan pentingnya disiplin (antara)

Lingga (marwahkepri.com) – Bupati Lingga, Alias Wello, beberapa waktu lalu begitu gencarnya menegakkan kedisiplinan pegawai yang berkerja. Namun hal tersebut kelihatannya tidak bertahan lama, karena akhir-akhir ini banyak pegawai yang menikmati waktu santai di warung kopi, Selasa (14/08/2018).

Dari pantauan media ini, kedisiplinan pada diri pegawai dibeberapa OPD mulai luntur. Mereka bahkan berani hadir ditengah masyarakat, saat jam kerja berlangsung. Padahal sebelumnya pemerintah Kabupaten Lingga ingin pegawainya disiplin dalam menjalankan amanah kerja yang diberikan.

Hal itu terlihat jelas ketika Bupati Lingga, kerap kali menginggatkan pegawainya untuk disiplin dengan berbagai sanksi, mulai dari pemotongan tunjangan bahkan memberhentikan beberapa pegawainya. Tetapi, teguran dan sanksi sebagai efek jera yang diberikan tidak permanen. Kesadaran pegawai tentang kedisiplinan mulai melemah, mungkin karena kurangnya faktor pengawasan.

Terkait hal ini, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lingga, All Imran menanggapi santai. Menurut mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Lingga ini, salah satu penyebab tidak disiplinnya seorang PNS karena mental individu itu sendiri. Mengembalikan kebiasaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun dia menegaskan kedisiplinan harus mampu ditegaskan karena itu bagian dari keinginan Bupati yang sudah di Perda kan.

“Setiap hari Senin itu, apel pagi selalu diingatkan, tapi kadang mental individu masing-masing yang memang dari awalnya tidak disiplin,” papar dia belum lama ini.

Dia melanjutkan untuk menindaklanjuti hal tersebut, sejauh ini belum ada pengaduan secara krusial terkait kedisiplinan ini. Tetapi, jika didapati ada PNS yang tidak disiplin, atau sekedar nongkrong di warung kopi menghabisi jam kerja, maka yang berwenang menindak oknum tersebut adalah OPD yang bersangkutan, tempat PNS bekerja.

“Kami (BKPP) tidak bisa langsung memberi sanksi. Peringatan itu awalnya dari OPD masing-masing, masuk ke BKPP kemudian baru dilakukan penindakan dari kami di bidang disiplin. Kami tidak bisa langsung, karena sesuai dengan PP 53 tentang disiplin, kepala OPD lah yang bertanggung jawab terhadap staf dan bawahannya,” tegas dia.

Lantas bagaimana jika penegak perda yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Linggaa ikut berperan meminimalisir kedisiplinan. All Imran mengatakan justru perilaku negatif yang mencederai kedisiplinan tersebut jangan sampai terjadi.

“Kita sangat menyayangkan dengan tidak disiplinnya PNS dalam bertugas, terutama yang memanfaatkan jam kerja untuk duduk di warung kopi,” ucap dia.

Sementara menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Penegak Perda, Satpol PP Lingga, Febrizal Taufik mengatakan secara lugas jika ada PNS atau bahkan anggotanya ikut santai di warung kopi, maka wajib untuk dilaporkan. Dalam menerapkan disiplin pegawai, tidak ada toleransi. Pihaknya akan bertindak tegas tanpa memandang siapa yang melanggar disiplin pegawai tersebut.

“Dalam apel pagi, sering juga diingatkan, pegawai jangan nongkrong di warung kopi. Khususnya pasukan dari Satpol PP sendiri,” kata dia, Selasa (14/08/2018)

Dia, menjelaskan sejauh ini pihaknya sudah sering melakukan razia terhadap PNS yang tidak disiplin dalam menjalankan tugas. Tindakan yang diambil yakni menangkap pegawai yang berada di warung kopi dan kemudian dikembalikan ke OPD tempat PNS itu bertugas.

“Kami sudah selalu melakukan razia, cuma kan kami ini sifatnya mendampingi dari BKPP, dengan Inspektorat. Setelah kami tangkap, kami kembalikan juga kepada OPD sesuai PP nomor 53 itu. Sekarang ini tergantung dari tindakan OPD masing-masing untuk menindaklanjuti personel mereka yang nakal,” ujarnya. (MK/arp)