Kemendikbud Kembali Tetap 5 Warisan Budaya Lingga jadi WBTB

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, M Ishak (ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Sebanyak 5 warisan budaya melayu di Kabupaten Lingga kembali ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Hal tersebut disampaikan langsung Kepada Dinas Kebudayaan Lingga, M Ishak.

Tahun 2018 ini, provinsi Kepri mengajukan 9 warisan budaya. Kemudian oleh Kemendikbud, diluluskan 6 warisan budaya Kepri.

” 6 WBTB Provinsi Kepri yang ditetapkan Kemendikbud pada tahun 2018 ini, 5 diantaranya adalah warisan budaya melayu yang kita usulkan,” ucap M Ishak, Selasa (07/08/2018).

Menurut Ishak, Kabupaten Lingga telah mengusulkan lebih kurang 30 warisan budaya. Dari angka sekian tersebut, banyak kategori penilaian.

Saat ini, keseluruhan WTB yang dimiliki Kabupaten Lingga berjumlah 9 dari anak belasan yang dimiliki Provinsi Kepri.

“Alhamdulillah kita paling banyak memiliki WBTB saat ini,” papar dia.

Adapun warisan budaya yang lulus tahun 2018 ini yakni Ratif Syaman, Mandi Safar, Silat Pengantin, Bubur Lambok dan termasuk Tepuk Tepung Tawar. Budaya tersebut ditetapkan Kemendikbud pada saat menggelar sidang keputusan WBTB di Jakarta pada tanggal 1-4 Agustus lalu. Sejumlah budaya yang dimaksud, kini menambah jumlah daftar WBTB Indonesia yang dimiliki Kabupaten Lingga.

Sebelumnya ada beberapa warisan melayu Kabupaten Lingga telah dulu ditetapkan menjadi WBTB oleh Kemendikbud seperti Tudung Manto, Bangsawan, Tari Inai dan Tari Berjenjang.

“Memang tidak mudah agar usulan dapat diloloskan sebagai WBTB Indonesia, kalau tidak lengkap maka akan ditangguhkan dan baru berstatus terdaftar,” papar Ishak.

Dia berharap kedepan, semua usulan yang akan disampaikan dapat ditetapkan lebih banyak lagi. Dia katakan beberapa warisan yang dimiliki Lingga seperti tradisi permainan Gasing Lingga, Bele kampung, Tari Merawai, Kue Pengantin, Ambong Gile, Berandam, Katam Alqur’an, Haul jama’, dan Permainan Kasti sangat berpotensi dijadikan WBTB.

“Atas nama Pemkab Lingga, Disbud mengucapkam terimakasih sekali atas dukungan dan kerjasama yang telah diberikan Disbud Provinsi Kepri serta Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Tanjungpinang,” ujar Ishak.

Dengan lulusnya beberapa warisan budaya Lingga dalam daftar nasional, Ishak berharap pengembangan, pemeliharaan dan peningkatan dari warisan leluhur melayu Lingga ini dapat terus lestari. (MK/arp)