607 Calon THL Pemkab Lingga, Ikut Tes Tertulis dan Wawancara

Penerimaan Berkas tes tertulis THL di Balai Rung Sri Istana Damnah (ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Sebanyak 607 calon Tenaga Harian Lepas (THL) yang bakal mengikat kontrak kerja dengan Pemkab Lingga menjalani tes tertulis, Kamis (09/08/2018). Pelaksanaan tes tertulis dilakukan ditiga lokasi berbeda yakni Gedung Nasional Dabosingkep, Balai Rung Sri Replika Istana Damnah Daik Lingga dan Aula Kantor Camat Senayang.

Sekretaris Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Kabupaten Lingga, Ruliadi mengatakan pelaksanaan tes tertulis yang dilakukan berjalan lancar.

Dalam pelaksanaan ini, peserta yang mendaftar sejak tanggal 1 hingga 6 Agustus lalu untuk seleksi tahap awal secara administrasi.

Setelah dinyatakan lulus administrasi, peserta mengikuti tes tertulis yang dilanjutkan dengan tes wawancara di setiap OPD yang membuka formasi lamaran kerja.

“Hari ini tes tertulis, kalau untuk wawancara ada hari ini ada juga besok,” ucap dia.

Dia yang langsung ikut mengawasi jalannya tes di Balai Rung Sri Istana Damnah menyampaikan pelaksaaan yang ditetapkan pihak penyelenggara selama dua hari. Untuk hari ini beberapa instansi terkait yang membuka lowongan mengadakan tes wawancara dan beberapa lagi dilanjutkan besok.

“Pelaksanaan kami ada dua tempat, sesuai posisi kantor. Seperti di Dabosingkep kita adakan tes di Gedung Nasional, di Daik disini (Balai Rung Sri Istana Damnah) dan di aula Kantor Camat Senayang untuk dua OPD yakni Dinas Perikanan dan Kelautan serta Kantor Kecamatan,” jelas dia.

Sebelumnya dikonfirmasi dari Kabid Mutasi dan Informasi Kepegawaian BKPP Lingga, Bahtiar mengatakan untuk jumlah formasi yang dibutuhkan sebanyak 261 lowongan. Pihaknya sempat memutuskan kontrak THL yang sudah berkerja diangka tersebut per Juli 2018 tadi.

“Jadi 261 ini sudah terisi awalnya. Cuma karena tidak melalui BKPP, oleh Bupati diminta pakai seleksi. Kita buat kontrak sampai Juli. Dan kemudian dilakukan penerimaan lagi, tetapi kita buka secara umum,” ucap Bahtiar diruang kerjanya.

Sejumlah THL yang sudah diputuskan kontrak per Juli tersebut, diminta untuk kembali mengikuti seleksi bersamaan dengan calon peserta lainnya.

Kepala BKPP, All Imran dalam hal ini turut membenarkan. Alasan dilakukan seleksi ulang dengan penerimaan calon THL baru dikatakan untuk memaksimalkan anggaran daerah yang selama ini masih terbeban pada biaya rutin. Apalagi beberapa waktu lalu banyak indikasi keluar masuknya THL melalui jalur siluman.

Selain itu, keadaan tersebut juga menuntut THL yang diinginkan berkerja di suatu OPD sesuai dengan latar pendidikan. Makanya pihaknya benar-benar menyeleksi calon THL kali ini sesuai dengan formasi dan ijazah yang dikantongi. Artinya setiap THL yang diterima harus benar-benar kompeten dan mampu berkerja.

“Ini baru pertama kali dibuka secara umum. Dulunya THL dimasukkan hanya keinginan atau kebutuhan dari OPD. Sekarang sudah satu pintu. Semua harus melalui BKPP,” papar dia.

Diketahui secara umum upah THL yang dikeluarkan setiap OPD berkisar Rp 1.300.000,- hingga Rp 1.700.000,- per bulan. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.