Keterlaluan, Lahan Masyarakat Dijadikan HCP oleh PT. Musim Mas

(kiri) Ibrahim selaku Humas PT. Musim Mas, (kanan) Lahan milik keluarga Jamit. (F:Sona)

(kiri) Ibrahim selaku Humas PT. Musim Mas, (kanan) Lahan milik keluarga Jamit. (F:Sona)

PELALAWAN (marwahkepri.com) – Lahan masyarakat bernama Jamit warga Desa Talau yang tinggal di Sorek Satu, seluas 12 Ha berlokasi di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, diduga telah digarap PT. Musim Mas. Akibatnya lahan itu tidak boleh dibuka oleh pemiliknya karena dilarang perusahaan dengan alasan telah didaftarkan menjadi Hutan Cadangan Pangan (HCP).

Menurut pemilik lahan Sudiana (35), sejak tahun 1960, lahan seluas 12 hektar (Ha) itu telah diolah oleh Bapaknya bernama Jamit menjadi kebun karet. Buktinya sampai sekarang pohon-pohon karet itu masih ada dan sudah besar-besar. Pada tahun 1990an silam, PT. Musim Mas mencoba mengganti rugi lahan itu kepada Bapaknya, namun Bapak menolak karena lahan itu satu-satunya sumber penghidupan mereka.

“Anehnya kurang lebih tiga minggu lalu, dilahan itu kami masukkan alat berat, mau dibuka untuk tanami kelapa sawit. Setelah dikerjakan alat berat kurang lebih 3 Ha, dilarang oleh PT. Musim Mas, dengan alasan, lahan tersebut telah didaftarkannya jadi HCP perusahaannya. PT. Musim Mas seenaknya saja menjadikan lahan kami sebagai lahan HCP, tanpa pemberitahuan apa lagi mengganti rugi pada kami,” jelas putri Jamit itu pada Sabtu (4/8/18) kepada media ini di Pangkalan Lesung.
.
Lebih jauh Sudiana mengatakan, ini dilakukan oleh PT. Musim Mas, karena tidak memiliki lahan konservasi lagi untuk dijadikan HCP.

“Apa salahnya pinggir-pinggir anak sungai yang berada dalam areal perkebunannya, seperti sungai Batang Napuh, sungai Mangkarai dan lain sebagainya, ditinggalkan konserfasi minimal 50 meter dari sungai. Lihat sendiri semua pinggir sungai yang berada dalam areal perkebunannya, telah ditami kelapa sawit oleh PT. Musim Mas,” jelasnya.

Sudiana pun menegaskan apabila PT. Musim Mas tetap melarang mereka untuk membuka lahan milik sendiri, dan tidak mencabut HCP tersebut, maka mereka akan menempuh jalur hukum.

“Bersama kuasa hukum saya, perusahaan itu kami laporkan kepada pihak yang berwajib, karena telah menggarap lahan kami tanpa pemberitahuan, apa lagi mengganti rugi pada saya atau kepada orang tua saya selaku pemilik lahan itu,” tegasnya.

Ketika media ini mencoba konfirmasi melalui WhatsApp kepada Ibrahim dan Linton Purba selaku Humas PT. Musim Mas, tidak ada balasan yang kami terima. Ketika Ibrahim dihubungi langsung, juga tidak mendapatkan jawab dan hanya mengatakan “Halo, siapa ini? Sebentar saya masih rapat,” kata Ibrahim langsung menutup telefon dan terkesan tidak mau menanggapi. (Sona)