Butuh Kepastian, Keluarga TKW Asal Sukabumi Yang Dibunuh Dibantu Kuasa Hukum

Ir.Edy Maryatama Lubis.SH.MH.MM Kuasa Hukum keluarga korban Nurul binti Darmuji Nonom
Ir.Edy Maryatama Lubis.SH.MH.MM Kuasa Hukum keluarga korban Nurul binti Darmuji Nonom

BATAM (Marwahkepri.com) – Pekerja TKW asal Sukabumi, Jawa Barat yang diduga menjadi korban pembunuhan di negara Abu Dhabi UEA belum mendapatkan titik terang.

Sebelumnya, Ir.Edy Maryatama Lubis.SH.MH.MM Kuasa Hukum keluarga korban bercerita bahwa pada awal tahun 2013 lalu korban di bawa oleh seseorang atas nama Jejen yang berperan sebagai penyalur tenaga kerja dengan alasan akan di tempatkan bekerja di Timur Tengah, tepatnya di Negara Abu Dhabi UEA melalui PT ARYA DUTA BERSAMA.

“Nurul binti Darmuji Nonom sudah bekerja disana (Abu Dhabi) berjalan 4  tahun, sekarang masuk tahun yang ke 5, tiba-tiba pada tanggal 22 Desember 2017, pihak klien kami mendapat info dari yang mengaku sebagai temannya Nurul di Abu Dhabi yaitu Lilis. Lilis ini memberikan informasi kepada pihak keluarga melalui messenger, bahwa saudari Nurul sudah meninggal dunia karena di bunuh disana dan kepalanya terpisah dari badan,”tutur Edy.

Dalam pesannya, Lilis mengatakan korbannya ada 5 orang dan 2 diantaranya adalah WNI yang salah satunya adalah Nurul Binti Darmuji Nonom

Tim Pengacara, Edy Maryatama Lubis dan Partners bersama Ibu kandung korban, Masiah. Rabu, (31/01/2018)
Tim Pengacara, Edy Maryatama Lubis dan Partners bersama Ibu kandung korban, Masiah. Rabu, (31/01/2018)

Setelah mendapat informasi tersebut, Edy mengatakan pihak keluarga menghubungi pihak KBRI Bapak Yanuar melalui telepon yang nomor telponnya dikirim oleh saudari Lilis pada tanggal 25 Desember 2017 untuk memastikan kebenaran info tersebut, dan pihak KBRI membenarkan dan memberikan bukti berupa foto paspor atas nama Nurul binti Darmuji Nonom lewat whatsapp.

“Setelah itu pihak keluarga mendatangi kantor Kemenlu pada tanggal 29 Desember 2017 untuk lebih memastikan lagi kabar tersebut sekaligus meminta perlindungan pihak Kemenlu,”terangnya.

Lebih lanjut lagi, Edy menjelaskan jika pihak keluarga dibawa oleh orang Kemenlu ke Kantor DVI Polri di Jakarta, langsung dilakukan sampel DNA dari Bapak/Ibu Korban, dengan alasan untuk mencocokan DNA Keluarga dengan korban, dan waktu itu pihak DVI Polri menjanjikan kepada pihak keluarga bahwa akan selesai dalam waktu 3 minggu. Tetapi sampai saat ini masih belum ada kepastian. Setelah itu pihak keluarga konfirmasi lagi ke pihak Kemenlu, dan mereka hanya mengatakan, menunggu dan masih menunggu dari pihak DVI tanpa ada kepastian yang jelas.

“Sampai saat ini pihak keluarga tidak pernah mengetahui kronologi kematian dari saudari Nurul dan bagaimana proses hukum yang sedang berjalan di Uni Emirat Arab,”kata Edy.

Berikut beberapa harapan keluarga korban kepada pihak terkait atas kematian putrinya.

  1. Meminta peran serta pemerintah di dalam menyelesaikan permasalahan Alamarhuma saudari Nurul binti Darmuji Nonom.
  2. Meminta agar Jenazah Almarhumah saudari Nurul binti Darmuji Nonom bisa segera di pulangkan ke kampung halaman.
  3. Mengusut tuntas, pelaku pembunuhnya, memberikan informasi kepada kami tentang penyebab meninggalnya korban sdri Nurul binti Darmuji Nonom.
  4. Meminta agar semua hak Nurul diberikan oleh pihak terkait.
  5. Meminta pertanggungjawaban dari perusahaan yang memberangkatkan Nurul atas perjanjian kerja dan kejadian yang mengakibatkan kematian saudari Nurul binti Darmuji Nonom
  6. Meminta pihak Kementrian Luar Negri dan KBRI untuk Uni Emirat Arab agar terus memberikan informasi terkini prihal kematian saudari Nurul binti Darmuji Nonom kepada pihak keluarga.

“Harapan keluarga seperti yang di tuliskan diatas agar semua proses dapat berjalan dengam baik serta jenazah saudari Nurul binti Darmuji Nonom dapat segera di pulangkan ke Indonesia karena pihak keluarga juga sudah mempersiapkan tempat peristrahatan terahirnya,”tutup Edy.(mk/eml)