Stok Darah Kurang, Keluarga Pasien Harus Tungkus Lumus Cari Pendonor

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encik Mariyam (ist)
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encik Mariyam (ist)

Lingga (marwahkepri.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encik Mariyam Daik Lingga kerap kali mengalami masalah transfusi darah bagi pasien membutuhkan. Kekurangan stok (cadangan) darah dinilai sudah membudaya sehingga membuat pasien yang butuh darah, pihak keluarganya harus tungkus lumus mencari golongan darah yang sama untuk kesembuhan.

Permasalahan ini, dapat dilihat bagaimana setiap pasien masuk dan membutuhkan transfusi darah, pihak rumah sakit tetap meminta pihak keluarga berusaha mencari pendonor darah yang sama. Sehingga tak jarang, pihak keluarga sampai berbicara di media sosial untuk keperluan urgent tersebut.

Kekecewaan dan keluhan ini, terdengar bahkan keluar dari mulut keluarga pasien. Mereka sangat merasa risih bila ada penyakit yang berhubungan dengan transfusi darah.

“Saya sudah banyak sekali membawa pasien ke RSUD Encik Mariyam. Setiap berhubungan dengan tambah darah, tetap saya harus mencari pendonor darah yang sama dengan pasien, bahkan harus telpon sana-sini meminta bantu carikan pendonor,” ungkap Maspri, salah satu warga, Selasa (30/01).

Tidak hanya itu, diakuinya baru-baru ini keluarganya pernah membawa kaum kerabatnya ke RSUD setempat. Dan setelah dilakukan pengecekkan oleh para medis, pasien mengalami HB darah kurang. Sehingga memerlukan transfusi darah, dengan meminta dicarikan golongan darah yang sama dengan pasien oleh pihak RSUD.

“Jujur saya pusing, kemana harus di cari. Adanya permintaan seperti ini membuat saya kelabakan, kemana harus saya cari, sedangkan di Daik saya tidak banyak kenal orang,” ujar dia.

Sementara, dimeja keperawatan memang ada nama-nama pendonor dilengkapi dengan nama, golongan darah, alamat dan nomor handphone. Namun sambung Maspri, setiap dihubungi, masing-masing pendonor itu mengatakan sudah mendonor. Persoalan ini, menurutnya harus menjadi perhatian khusus oleh pemerintah daerah.

“Sebagai masyarakat saya sangat meminta ada kebijakan atau solusi pemerintah. Supaya dapat mendata dengan maksimal para pendonor, agar masyarakat tidak merasa kesulitan dalam mencari pendonor,” pungkas dia.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga, Syamsu Rizal saat dihubungi mengatakan permasalahan ini sudah menjadi perbincangan pihaknya. Beberapa upaya telah dilakukan guna meminimalisir keluhan dan memaksimal ketersediaan darah dan pendonor disetiap RSUD.

“Kota sudah lakukan MoU dengan Polres, dan berupaya mengajak Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lingga aktif lagi,” papar dia. (MK/arp)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.