JPU Hanya Tuntut 15 Tahun Pengedar Narkoba

Empat terdakwa pengedar sabu usai mendengarkan sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Kota Batam
Empat terdakwa pengedar sabu usai mendengarkan sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Kota Batam

BATAM (Marwahkepri.com) – Jaringan pengedar sabu Malaysia akhirnya dituntut Jaksa Penuntut Hukum (JPU) setelah lama mengalami penundaan sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Batam, Selasa (30/1/2018)

Dalam agenda sidang tuntutan, Jaksa Penuntut Umum(JPU) Zia Ul Fattah Idris, sedangkan Majelis Hakim Ketua Renni Pitua Ambarita dan Hakim Anggota Endi Nurindra Putra dan Egi Novita.

Empat terdakwa, Mustafa Bin Said Ramli, Supriyanto dituntut 15 tahun penjara sedangkan Muhammad M’ruf, dan Jonti Kaka dituntut 12 tahun penjara dan masing-masing didenda Rp1 milyar atau subsider 6 bulan penjara.

Mereka merupakan jaringan pengedar sekaligus penjemput barang sabu asal Malaysia untuk diedarkan di Batam dan Pekanbaru. Aktifitas kegiatan ini diduga sudah berjalan cukup lama dengan barang bukti 1 kilo sedangkan 1/2 kilo lagi berhasil dijual di Selat Panjang.

Atas perbuatan terdakwa, mereka dinyatakan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,”

Hampir setiap kasus narkoba yang bergulir dipersidangan PN Batam, para kurir dan pengedar selalu bengatakan menjemput sabu ditengah laut atau langsung ke Malaysia menggunakan pompong. Seperti halnya terdakwa Mustafa yang mengatakan menjemput langsung ke Batu Pahat, Malaysia dengan menggunakan pompon.

Mustafa mengatakan awalnya ada pesanan barang sabu 1 kilo dari Batam, kemudian dia menghubungi rekannya yang ada di Malaysia bernama Robert(DPO), kemudian Robert memberikan uang muka pembayaran Rp29 juta.(mk/cn)

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published.