Demi Kesetaraan Gender, Wanita Di India Pimpin Sholat Jumat

Jamida (34), shalat Jumat di distrik Malappuram, Kerala, India
Jamida (34), shalat Jumat di distrik Malappuram, Kerala, India

INDIA (Marwahkepri.com) – Seorang wanita di Krela, India bernama Jamida (34) menuai kontroversi setelah menentang hukum agama dengan memimpin shalat Jumat.

“Saya menerima telepon dari komite masjid yang mengatakan bahwa saya telah menentang Islam. Di media sosial juga ada orang yang berbicara menentang saya, dengan mengklaim bahwa saya mencoba menghancurkan agama dan jalannya,” kata Jamida seperti dikutip dari The News Minute (TNM).

Menurutnya, tidak ada ayat suci yang menghambat seorang perempuan untuk menjadi imam . Jamida juga tak takut pada apapun yang akan mengancamnya.

“Al Quran, didalamnya membenci adanya praktik talak tiga yang primitif dan tidak adil. Saya telah menghadapi ancaman kematian di masa lalu karena memimpin kampanye tersebut (anti talak tiga) dan saya yakin, langkah saya ini telah mengecewakan orang yang tinggi dan kuat. Mungkin mereka ingin menghapus saya dari muka bumi, tapi saya siap untuk itu,” kata Jamida.

“Quran tidak diskriminatif terhadap wanita, Gagasan yang diajukan dalam teks adalah kesetaraan jender dan bukan diskriminasi. Sudahkah Anda melihat wanita memegang posisi di sebuah masjid? Tidak selama bertahun-tahun, orang-orang yang memegang kekuasaan memperlakukan kita dengan baik, membuat kita keluar sehingga mereka dapat terus memerintah kita Inilah mengapa para pengkhotbah Islam dalam perdebatan televisi mengutuk apa yang saya lakukan, namun tidak dapat membuktikan bahwa tindakan saya bertentangan dengan Quran,” ujar Jamida menjelaskan.

Tindakan Jamida terinspirasi dari cendekiawan AS, Amina Wadud, yang merupakan wanita Muslim pertama di dunia yang memimpin sholat Jumat.

“Ketika saya membaca tentangnya, saya menyadari bahwa perjuangan tidaklah mudah. Demikian pula, saya percaya bahwa setiap gerakan, setiap revolusi akan memakan waktu. Perubahan akan datang pasti, tapi hanya akan datang secara bertahap,” kata Jamida.(mk/trib)