Belasan Pelajar di Karimun Terjaring Razia Satpol PP

Puluhan Pelajar Sedang dikumpulkan di aula Satpol PP Karimun. (Riandi)
Puluhan Pelajar Sedang dikumpulkan di aula Satpol PP Karimun. (Riandi)

KARIMUN (Marwahkepri.com) – Belasan pelajar di Karimun terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karimun, karena kedapatan sedang berkeliaran di jam pelajaran, Kamis pagi (25/1/2018).

Kepala Satpol PP Kabupaten Karimun, T,Arahman menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya berhasil menemukan sebanyak 21 orang anak-anak, yakni dua anak yang putus sekolah dan 19 pelajar yang berkeliaran saat jam pelajaran berlangsung.

“Kegiatan ini adalah program Satpol PP selama tahun dan kami laksanakan sebulan dua kali. Dalam hal ini, dari Kecamatan Balai Kota, Meral, Tebing Meral Barat, kami mendapati sebanyak 19 orang, dua diantaranya anak putus sekolah yang sedang bermain di warnet, selebihnya pelajar yang berkeliaran saat jam pelajaran berlangsung. Wanitanya ada tiga kita temukan di pantai pelawan,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam kegiatan tersebut juga mengikutsertakan dari pihak Dinas Pendidikan dan Kepolisian Kabupaten Karimun untuk bersama-sama memantau dan mencegah anak-anak usia dini agar tidak melakukan tindakan kejahatan.

“Kegiatan ini dari dinas pendidikan sangat mendukung. Disini kita juga ikut sertakan dari dinas peendidikan dan kepolisian untuk bersama-sama bekerja menindak ini. Anak-anak yang putus di luar sekolah ini takutnya ada yang melakukan tindakan kejahatan kita mengantisipasi itu, Kita melihat kebutuhan makin tinggi dan tidak menutup kemungkinan mereka melakukan ngelem dan akhirnya melakukan tindakan kejahatan lainnya,” tambahnya lagi.

T.Arahman menambahkan, untuk anak-anak yang berhasil kita dapati dengan berbagai alasan salah satunya bolos karena ada Pekerjaan Rumah (PR) yang belum terselesaikan. Untuk anak-anak tersebut diberikan bimbingan, nasehat setelah itu diserahkan kepada masing-masing guru sekolahnya.

“Anak-anak tersebut kita dapati karena bolos sekolah. Alasan mereka klasik, pertama jam istirahat, kedua bolos karena ada PR sekolah yang belum diselesaikannya dan berbagai macam alasan lainnya. setelah kita amankan, mereka kita berikan bimbingan, nasehat setelah itu kita serahkan kepada guru,” ucapnya.(MK/Riandi).