Pemekaran Kecamatan Diharapkan Tidak Munculkan Konflik Ibukota

Bupati Lingga Alias Wello saat menyampaikan sambutan pada rapat paripurna penetapan Ranperda pemekaran Kecamatan (doc)
Bupati Lingga Alias Wello saat menyampaikan sambutan pada rapat paripurna penetapan Ranperda pemekaran Kecamatan (doc)

Lingga (marwahkepri.com) – Bupati Lingga, Alias Wello dengan komitmennya akan berusaha memekar wilayah kecamatan induk Senayang menjadi beberapa kecamatan. Namun, perihal peletakan pusat pemerintahan, diharapkan tidak menimbulkan konflik dikalangan masyarakat, sekarang maupaun setelah keputusan final.

Dalam penyampaian pidatonya pada rapat paripurna penetapan Ranperda pemekaran Kecamatan Katang Bidare, Bakung Serumpun dan Temiang Pesisir menjadi Perda di ruang rapat DPRD Lingga, dia mengatakan terkait pemekaran daerah dimanapun itu, selalu berujung konflik. Polemik yang kerap terjadi yakni persoalan tata letak ibukota.

Hal demikian pula dia sampaikan pernah dirasakan Kabupaten Lingga 14 tahun silam. Saat itu debat berkepanjangan peletakan ibukota antara Daik dan Dabosingkep membuat sejumlah tokoh dan pihak pengambil kebijakan lelah. Namun dia bersyukur hari ini ketentraman dapat tercipta.

Dengan demikian pula, dia berharap hal serupa tidak terjadi pada pemekaran yang sudah ditandatangani bersama menjadi peraturan daerah ini.

“Pekejaraan pemekaran lazimnya selalu memberikan perbedaan prinsip sehingga kalau tidak dikendalikan bersama dan menimbulkan konflik,” ujar dia, Senin (15/01).

Untuk itu, dia mengharapkan kepada masyakarat dan sejumlah tokoh di kacamatan baru Bakung Serumpun dan Temiang Pesisir yang sudah tahu letak ibukota tidak menyimpan bara yang kemudian menimbulkan konflik kedepannya.

Hal ini justru dipandang tidak gampang jika sejumlah pihak mengedepankan kepentingan politik.

“Ini menjadi mudah kalau kita sikapi bersama tanpa ada unsur politik. Apapun keputusan terakhir, pasti selalu mengundang polemik jika mengutamakan kepentingan politik,” kaya dia.

Dia yakin jika dengan komitmen membangun dan mengutamakan kepentingan-kepentingan pembangunan wilayah, maka kecamatan Senayang yang saat ini segera pecah menjadi 4 Kecamatan akan lebih bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan peningkatan sektor ekonomi pembangunan.

“Kecamatan Senayang dengan komitmen merupakan harapan. Selain potensi yang melimpah ruah, Senayang juga bisa dikatakan serambi Kabupaten Lingga khususnya Benan, Katang Bidare,” papar dia.

Selain itu terkait letak pusat pemerintahan Kecamatan Katang Bidare yang masih menyimpan dinamika, dia sampaikan menjadi PR besar pemerintah daerah sebagaimana yang telah diberikan DPRD untuk menentukan tata letak ibukota antara dua wilayah yang diajukan yakni pulau Benan dan pulau Duyung.

“Tentunya dalam hal ini kita akan duduk kembali dengan berdasarkan kelayakan yang konkrit dan referensi yang digambarkan,” ujar dia.

Dia katakan kesempatan ini merupakan kesempatan yang sangat terbatas. Jika perkara pemekaran ini berjalan mulus tanpa hambatan, bukan tidak mungkin pemerintah daerah akan melakukan pemekaran ditingkat kelurahan dan desa.

“Hari ini kita melakukan refleksi 14 tahun Kabupaten Lingga. Ketika itu terjadi ketegangan dan polemik dimana ibukota antara Daik dan Dabo. Jadi pengamalan yang panjang dalam menetapkan ibukota jangan sampai terjadi lagi pada pemekaran kecamatan ini,” harap dia. (MK/arp)