Usai Unggah Status Ini, Saham Facebook Anjlok

Mark Zuckerberg, CEO Facebook (Net)
Mark Zuckerberg, CEO Facebook (Net)

Marwahkepri.com – Dalam setahun terakhir, Facebook dikritik tajam karena dianggap sebagai tempat penyebaran informasi palsu atau hoax yang membuat pengguna terpecah belah. Selain itu beberapa mantan eksekutif Facebook juga mengkritik bahwa media sosial ini tidak bermanfaat.
Terlebih lagi, banyak pengguna merasa tak senang karena News Feed atau halaman utama-nya dipenuhi dengan informasi provokatif atau iklan. Mark Zuckerberg sepertinya kian gerah dengan citra negatif Facebook ini.

Melalui akun Facebook-nya, Zuckerberg menulis bahwa pada 2018, news feed Facebook akan lebih diprioritaskan untuk posting-an yang bermuatan interaksi sosial, ketimbang posting-an bisnis, iklan, dan berita.

Dikutip dari laman Daily Mail, saham Facebook anjlok sekitar US$ 8.40 menjadi US$ 179.37. Setelah mengunggah status tersebut, harga saham dari layanan media sosial asal Amerika Serikat ini anjlok 4,47 persen pada penutupan pasar, Jumat, 12 Januari 2018.

“Kami mengubah cara membangun Facebook, dengan membantu Anda menemukan konten yang memiliki interaksi sosial yang lebih bermakna,” tulisnya di California, Amerika Serikat, Jumat, 12 Januari.

Meski demikian, analis dari GBH Insights, Daniel Ives, justru tidak mengkhawatirkan penurunan nilai saham tersebut. Sebab, ia menilai layanan media sosial sebesar Facebook memiliki monetisasi yang sangat kuat pada 2018. “Salah satu indikator, yaitu pengguna aktif setiap bulan yang mencapai 2 miliar,” ujarnya.

Meski saat ini harga saham menurun, ia meyakini Facebook akan tetap mengembangkan kapasitas layanannya. Ives bahkan memperkirakan harga saham Facebook akan kembali naik hingga US$ 225, atau naik US$ 15 dari target semula sebesar US$ 210.

Sedangkan analis dari lembaga riset, Pivotal, Brian Wieser justru menilai tingkat penggunaan Facebook kian menurun, meski secara jumlah masih sangat tinggi. Keterangan ini disampaikan merujuk pada hasil riset dari Nielsen terkait dengan konsumsi digital. “Kami bisa memprediksi bahwa penurunan (harga saham) ini memang didorong oleh posting-an dari Zuckerberg,” ujarnya.(mk/jos).