Gegara Proyek Drainase Rp 1,7 Miliar, Fasum Warga Rusak Berat

berita bang andre

Batam (marwahkepri.com)- Dinas Bina Marga pemerintah kota Batam di kecam warga Bengkong Swadebi Kelurahan Sadai. Pasalnya, sejumlah fasum berikut tanaman warga rusak berat.

Menurut seorang warga setempat, Jk, kepada media ini menjelaskan, bermula adanya proyek pembuatan drainase senilai Rp 1,7 miliar milik Dinas Bina Marga yang dikerjakan oleh PT Tri Wahyu.

Lanjutnya, otomatis kendaraan alat berat masuk melalui jalan permungkiman warga. Jalan semen yang dilalui kendaraan itu tidak mampu menahan beban berat sehingga pecah berserakan.

“Jalan semen itu dibuat atas sumbangan atau dana swadaya masyarakat setempat, jalan itu bukan bantuan dari pemerintah,” ujar jk (8/12).

Ia juga mengatakan, proyek itu tidak diselesaikan oleh rekanan kontraktor, sehingga dibiarkan terbengkalai. Harusnya, pada pertengahan Desember tahun lalu proyek drainase itu harus selesai, sebab itu adalah proyek tahun anggaran 2017.

“Dalam hitungan kasar hanya 55 persen proyek itu dikerjakan oleh PT Tri Wahyu,” ujar Jk kesal.

Ungkapnya, saat ini aktifitas warga menjadi terganggu khususnya para murid yang akan pergi dan pulang sekolah, jalan sangat becek jika hujan turun.

” Kami meminta pemerintah segera memperbaiki jalan yang sudah rusak parah. Selain itu pohon buah-buahan yang rusak dan mati harus di ganti,” tutup Jk.

Beberapa kali awak media ini ingin mengkonfirmasi kepada Dinas Bina Marga Pemko Batam terkait adanya keluhan warga tersebut. Namun, Kepala Dinas Bina Marga Pemko Batam tidak berada dikantornya.

Sedangkan Kabid Pengairan Dinas Bina Marga, Dohar H, tidak berkomentar saat ditemui awak media ini. Setelah bersalaman, dengan wajah pucat ia lalu tergesa gesa menghindari wawancara media ini. (mk/pan/dre)